Sinergi Dinas Kearsipan dan Perpustakaan bersama Polres Gorontalo Utara Perkuat Literasi, Disiplin dan Keselamatan Berlalu Lintas Pelajar
Sinergi Dinas Kearsipan dan Perpustakaan bersama Polres Gorontalo Utara Perkuat Literasi, Disiplin dan Keselamatan Berlalu Lintas Pelajar
Pemerintah Kabupaten
Gorontalo Utara melalui Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah terus mendorong
optimalisasi perpustakaan sebagai ruang publik, ruang pembelajaran dan ruang
kolaborasi masyarakat. Jum’at (04-09-2026)
Komitmen tersebut
salah satunya diwujudkan melalui dukungan terhadap kegiatan Tim Patroli
Keamanan Sekolah (PKS) Polres Gorontalo Utara, yang memanfaatkan Gedung Lantai
2 Perpustakaan Daerah Kabupaten Gorontalo Utara sebagai tempat latihan dalam
rangka persiapan mengikuti Lomba PKS memperingati Hari Lalu Lintas Bhayangkara
ke-70 di Polda Gorontalo.
Pemanfaatan fasilitas
tersebut merupakan tindak lanjut atas surat Kapolres Gorontalo Utara Nomor
B/152/IX/TUK.3.1./2026/Res-Gorut tertanggal 3 September 2026, yang mengajukan
permohonan peminjaman pakai Gedung Lantai 2 Perpustakaan Daerah untuk mendukung
pelaksanaan latihan Tim PKS.
Kegiatan latihan dilaksanakan
mulai 3 September 2026 hingga selesainya rangkaian latihan.
Langkah ini menjadi
gambaran nyata bahwa fasilitas milik Pemerintah Daerah dapat dioptimalkan untuk
mendukung berbagai kegiatan positif yang memberikan manfaat langsung bagi
masyarakat, khususnya dalam pembinaan generasi muda.
Perpustakaan Bukan
Sekadar Tempat Membaca
Kepala Dinas Kearsipan
dan Perpustakaan Kabupaten Gorontalo Utara, Moh. Tamrin Sirajuddin, S.Pd.,
M.Si., menyambut baik pemanfaatan fasilitas perpustakaan tersebut.
Menurut Tamrin,
kehadiran Tim PKS di lingkungan perpustakaan justru memperkuat gagasan bahwa
perpustakaan harus berkembang menjadi ruang publik yang terbuka bagi berbagai
aktivitas edukatif dan produktif.
“Kami menyambut baik
kegiatan ini. Perpustakaan bukan hanya tempat menyimpan dan membaca buku,
tetapi harus menjadi ruang pembelajaran, ruang kreativitas dan ruang kolaborasi
bagi masyarakat, khususnya generasi muda,” ujar Tamrin.
Ia menjelaskan,
perpustakaan memiliki peran strategis dalam membangun ekosistem pembelajaran
masyarakat. Karena itu, pemanfaatan ruang perpustakaan untuk kegiatan pembinaan
pelajar merupakan bagian dari upaya memperluas kebermanfaatan perpustakaan di
tengah masyarakat.
“Kami melihat ada
nilai strategis dalam kegiatan ini. Anak-anak yang mengikuti latihan PKS bukan
hanya sedang mempersiapkan diri untuk sebuah perlombaan, tetapi juga sedang
belajar tentang disiplin, tanggung jawab, kepemimpinan dan keselamatan berlalu
lintas. Ini merupakan bagian penting dari pembangunan karakter generasi muda,”
katanya.
Menurut Tamrin yang
juga Sekretaris Dewan Pakar MD-Kahmi Gorut, kolaborasi antara perpustakaan dan
kepolisian juga membuka peluang untuk mengembangkan berbagai program bersama ke
depan.
Di antaranya literasi
hukum, literasi keselamatan berlalu lintas, pendidikan karakter, literasi
digital, edukasi anti-perundungan atau bullying, diskusi kepemudaan serta
berbagai kegiatan pembinaan pelajar lainnya.
“Kami ingin
perpustakaan semakin terbuka untuk kegiatan-kegiatan positif. Semakin banyak
anak muda datang ke perpustakaan untuk belajar, berdiskusi dan berkegiatan
positif, semakin besar pula manfaat perpustakaan bagi pembangunan sumber daya
manusia di Gorontalo Utara,” ungkapnya.
PKS Bukan Sekadar
Ajang Perlombaan
Sementara itu,
Kapolres Gorontalo Utara melalui Kanit Kamsel Satlantas Polres Gorontalo Utara
menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara
melalui Dinas Kearsipan dan Perpustakaan yang telah memberikan ruang bagi Tim
PKS untuk melaksanakan latihan.
Menurutnya, latihan
tersebut merupakan bagian dari persiapan menghadapi Lomba Patroli Keamanan
Sekolah dalam rangka memperingati Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-70 di Polda
Gorontalo.
Namun lebih dari itu,
kegiatan PKS memiliki misi yang lebih besar, yakni membangun kesadaran dan
budaya tertib berlalu lintas sejak usia sekolah.
“Kami menyampaikan
terima kasih atas dukungan Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara melalui Dinas
Kearsipan dan Perpustakaan yang telah memberikan fasilitas untuk pelaksanaan
latihan Tim PKS. Ini merupakan bentuk sinergi yang sangat baik antara
kepolisian dan pemerintah daerah dalam membina generasi muda,” ujar Kanit
Kamsel Satlantas.
Ia menegaskan, PKS
tidak semata-mata dipersiapkan untuk meraih prestasi dalam perlombaan.
Lebih jauh, kegiatan
tersebut merupakan media edukasi untuk menanamkan kedisiplinan, tanggung jawab,
kepatuhan terhadap aturan serta kesadaran akan pentingnya keselamatan berlalu
lintas.
“PKS bukan sekadar lomba. Yang paling penting adalah bagaimana anak-anak kita memahami keselamatan berlalu lintas, memiliki kedisiplinan, mampu menjadi teladan bagi teman-temannya dan ikut menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan tertib,” jelasnya.
Perpustakaan dan
Kepolisian, Dua Ruang Pembentukan Karakter
Pemanfaatan Gedung
Lantai 2 Perpustakaan Daerah sebagai tempat latihan Tim PKS menjadi momentum
yang mempertemukan dua agenda penting dalam pembangunan generasi muda, yakni
penguatan literasi dan penguatan karakter.
Perpustakaan
menyediakan ruang untuk membangun pengetahuan dan wawasan, sementara pembinaan
PKS menanamkan disiplin, kepatuhan, tanggung jawab dan kesadaran keselamatan.
Keduanya memiliki
tujuan yang sama: mempersiapkan generasi muda Gorontalo Utara yang cerdas,
berkarakter dan mampu menjadi teladan di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
Dalam perspektif
pembangunan daerah, kolaborasi tersebut juga memperlihatkan bahwa fasilitas
publik dapat dimanfaatkan secara lebih kreatif dan produktif sepanjang
mendukung kepentingan masyarakat dan pembangunan sumber daya manusia.
Karena itu,
perpustakaan tidak harus selalu dimaknai sebagai tempat yang sunyi untuk
membaca buku.
Perpustakaan dapat
menjadi ruang bertemunya pengetahuan, kreativitas, pendidikan karakter dan
kolaborasi masyarakat.
Dari Ruang Baca
Menuju Ruang Kolaborasi
Kadis Kearsipan dan
Perpustakaan Gorontalo Utara menegaskan, pihaknya akan terus mendorong
perpustakaan agar hadir lebih dekat dengan masyarakat.
“Kami ingin membangun
paradigma bahwa perpustakaan adalah ruang belajar sepanjang hayat. Siapa pun
bisa datang, belajar, berdiskusi dan mengembangkan potensi. Karena itu,
kolaborasi dengan berbagai pihak akan terus kami buka selama membranal manfaat
bagi masyarakat dan generasi muda,” tuturnya.
Senada dengan itu,
pihak Satlantas Polres Gorontalo Utara berharap sinergi yang telah terbangun
tidak berhenti pada kegiatan persiapan lomba PKS.
Kolaborasi dapat
dikembangkan menjadi berbagai kegiatan edukasi yang mempertemukan literasi,
keselamatan berlalu lintas, pendidikan karakter dan pembinaan generasi muda.
Dengan semangat
tersebut, Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara melalui Dinas Kearsipan dan
Perpustakaan bersama Polres Gorontalo Utara menunjukkan bahwa membangun
generasi muda tidak dapat dilakukan sendiri-sendiri, tetapi membutuhkan
kolaborasi lintas sektor.
Dari perpustakaan
tumbuh pengetahuan.
Dari pembinaan tumbuh
kedisiplinan.
Dari kolaborasi lahir
generasi Gorontalo Utara yang cerdas, berkarakter dan berdaya saing.
“Literasi untuk
mencerdaskan, disiplin untuk keselamatan, kolaborasi untuk masa depan Gorontalo
Utara. (Kominfo-Gorut)
