info@gorutkab.go.id +6285240046579

Sinergi Pemerintah dan TNI Hadapi Krisis Air : Yonif 715/Motuliato Salurkan 5.000 Liter Air untuk 3 Dusun di Desa Tutuwoto

  • Novita Antula
  • Disukai 0
  • Dibaca 104 Kali
Sinergi Pemerintah dan TNI Hadapi Krisis Air : Yonif 715/Motuliato Salurkan 5.000 Liter Air untuk 3 Dusun di Desa Tutuwoto

Penanganan krisis air bersih akibat dampak musim kemarau di Kabupaten Gorontalo Utara terus dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor. Kali ini, jajaran Batalyon Infanteri (Yonif) 715/Motuliato Anggrek bergerak membantu masyarakat terdampak di Desa Tutuwoto, Kecamatan Anggrek.

Hal tersebut disampaikan Koordinator Posko BPBD Kabupaten Gorontalo Utara, Jemy Igirisa, dalam laporan penanganan krisis air bersih. Yonif 715/Motuliato mendistribusikan sebanyak 5.000 liter air bersih kepada masyarakat di Desa Tutuwoto yang tersebar di tiga dusun.

Bantuan tersebut menyasar 171 kepala keluarga (KK) atau 525 jiwa, dengan rincian:

  • Dusun Puncak: 69 KK atau 218 jiwa.
  • Dusun Mawar: 47 KK atau 151 jiwa.
  • Dusun Beringin: 55 KK atau 156 jiwa.

Total: 171 KK atau 525 jiwa, dengan kapasitas distribusi 5.000 liter air bersih.

Jemy mengatakan, distribusi air bersih tersebut merupakan bagian dari upaya bersama dalam merespons kondisi masyarakat yang mengalami keterbatasan akses air akibat musim kemarau.

Menurutnya, kondisi kemarau yang berlangsung telah memberikan dampak terhadap ketersediaan air bersih di sejumlah wilayah Kecamatan Anggrek. Karena itu, penanganan tidak dapat dilakukan sendiri oleh pemerintah, tetapi membutuhkan dukungan dan kolaborasi berbagai pihak.

Langkah cepat Yonif 715/Motuliato tersebut sejalan dengan upaya Pemerintah Kecamatan Anggrek yang sebelumnya telah menyampaikan kesediaan kerja sama kepada Danyonif 715/Motuliato dalam penanganan krisis air bersih.

Melalui kerja sama tersebut, Pemerintah Kecamatan Anggrek siap mendukung pemetaan dan pendataan wilayah yang menjadi prioritas distribusi air bersih, termasuk melakukan koordinasi teknis dengan para kepala desa dan tokoh masyarakat di lokasi terdampak.


Pemerintah kecamatan juga menyiapkan pendampingan lapangan melalui personel kecamatan dan aparat desa selama proses pendistribusian air berlangsung.

Sementara itu, dukungan Pemerintah Daerah Kabupaten Gorontalo Utara dilakukan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), termasuk dalam penyediaan bahan bakar minyak (BBM) untuk mendukung kelancaran kegiatan distribusi air bersih.

Kolaborasi tersebut menjadi langkah penting dalam mempercepat respons terhadap masyarakat yang membutuhkan air bersih di tengah kondisi kemarau.

Dengan distribusi sebanyak 5.000 liter air bersih, sebanyak 525 jiwa dari 171 KK di tiga dusun Desa Tutuwoto mendapatkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan air bersih.

BPBD Gorontalo Utara bersama Pemerintah Kecamatan Anggrek akan terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan kondisi di lapangan serta mengidentifikasi wilayah lain yang membutuhkan dukungan distribusi air bersih.

Jemy menegaskan, penanganan krisis air bersih membutuhkan sinergi, kepedulian, dan gotong royong seluruh pihak, baik pemerintah, TNI, pemerintah desa maupun unsur masyarakat.

Kehadiran Yonif 715/Motuliato dalam distribusi air bersih di Tutuwoto sekaligus memperkuat kolaborasi penanganan dampak musim kemarau di Gorontalo Utara, agar masyarakat terdampak tetap mendapatkan akses terhadap kebutuhan dasar, khususnya air bersih. (Kominfo-Gorut)