Sinergi Pemerintah dan TNI Hadapi Krisis Air : Yonif 715/Motuliato Salurkan 5.000 Liter Air untuk 3 Dusun di Desa Tutuwoto
Sinergi Pemerintah dan TNI Hadapi Krisis Air : Yonif 715/Motuliato Salurkan 5.000 Liter Air untuk 3 Dusun di Desa Tutuwoto
Penanganan
krisis air bersih akibat dampak musim kemarau di Kabupaten Gorontalo Utara
terus dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor. Kali ini, jajaran Batalyon
Infanteri (Yonif) 715/Motuliato Anggrek bergerak membantu masyarakat
terdampak di Desa Tutuwoto, Kecamatan Anggrek.
Hal
tersebut disampaikan Koordinator Posko BPBD Kabupaten Gorontalo Utara, Jemy
Igirisa, dalam laporan penanganan krisis air bersih. Yonif 715/Motuliato
mendistribusikan sebanyak 5.000 liter air bersih kepada masyarakat di
Desa Tutuwoto yang tersebar di tiga dusun.
Bantuan
tersebut menyasar 171 kepala keluarga (KK) atau 525 jiwa, dengan
rincian:
- Dusun Puncak: 69 KK atau 218 jiwa.
- Dusun Mawar: 47 KK atau 151 jiwa.
- Dusun Beringin: 55 KK atau 156 jiwa.
Total:
171 KK atau 525 jiwa, dengan kapasitas distribusi 5.000 liter air bersih.
Jemy
mengatakan, distribusi air bersih tersebut merupakan bagian dari upaya bersama
dalam merespons kondisi masyarakat yang mengalami keterbatasan akses air akibat
musim kemarau.
Menurutnya,
kondisi kemarau yang berlangsung telah memberikan dampak terhadap ketersediaan
air bersih di sejumlah wilayah Kecamatan Anggrek. Karena itu, penanganan tidak
dapat dilakukan sendiri oleh pemerintah, tetapi membutuhkan dukungan dan
kolaborasi berbagai pihak.
Langkah
cepat Yonif 715/Motuliato tersebut sejalan dengan upaya Pemerintah Kecamatan
Anggrek yang sebelumnya telah menyampaikan kesediaan kerja sama kepada Danyonif
715/Motuliato dalam penanganan krisis air bersih.
Melalui kerja sama tersebut, Pemerintah Kecamatan Anggrek siap mendukung pemetaan dan pendataan wilayah yang menjadi prioritas distribusi air bersih, termasuk melakukan koordinasi teknis dengan para kepala desa dan tokoh masyarakat di lokasi terdampak.
Pemerintah
kecamatan juga menyiapkan pendampingan lapangan melalui personel kecamatan dan
aparat desa selama proses pendistribusian air berlangsung.
Sementara
itu, dukungan Pemerintah Daerah Kabupaten Gorontalo Utara dilakukan melalui Badan
Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), termasuk dalam penyediaan bahan bakar
minyak (BBM) untuk mendukung kelancaran kegiatan distribusi air bersih.
Kolaborasi
tersebut menjadi langkah penting dalam mempercepat respons terhadap masyarakat
yang membutuhkan air bersih di tengah kondisi kemarau.
Dengan
distribusi sebanyak 5.000 liter air bersih, sebanyak 525 jiwa dari 171 KK di
tiga dusun Desa Tutuwoto mendapatkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan air
bersih.
BPBD
Gorontalo Utara bersama Pemerintah Kecamatan Anggrek akan terus melakukan
pemantauan terhadap perkembangan kondisi di lapangan serta mengidentifikasi
wilayah lain yang membutuhkan dukungan distribusi air bersih.
Jemy
menegaskan, penanganan krisis air bersih membutuhkan sinergi, kepedulian,
dan gotong royong seluruh pihak, baik pemerintah, TNI, pemerintah desa
maupun unsur masyarakat.
Kehadiran
Yonif 715/Motuliato dalam distribusi air bersih di Tutuwoto sekaligus
memperkuat kolaborasi penanganan dampak musim kemarau di Gorontalo Utara, agar
masyarakat terdampak tetap mendapatkan akses terhadap kebutuhan dasar,
khususnya air bersih. (Kominfo-Gorut)
