TPID Gorontalo Utara Ikuti Rakor Pengendalian Inflasi 2026, IPH Minggu III September Capai 8,53
TPID Gorontalo Utara Ikuti Rakor Pengendalian Inflasi 2026, IPH Minggu III September Capai 8,53
Pemerintah
Kabupaten Gorontalo Utara melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID)
mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Tahun 2026 yang
dirangkaikan dengan evaluasi dukungan Pemerintah Daerah dalam Program 3 Juta
Rumah, Senin (21-09-2026).
Rakor
dilaksanakan secara daring melalui aplikasi Zoom Meeting dan diikuti dari Ruang
Media Center Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Gorontalo Utara.
Kegiatan
tersebut dihadiri Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten
Gorontalo Utara Osna Haluti, Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten
Gorontalo Utara Nilawati Lubis, Sekretaris Dinas Perindagkop dan UMK
Kabupaten Gorontalo Utara Lisnawati Pakaya, Kepala Bagian Perekonomian
dan SDA Setda Kabupaten Gorontalo Utara, serta perwakilan sejumlah OPD yang
tergabung dalam TPID Kabupaten Gorontalo Utara.
Rakor
membahas sejumlah langkah konkret yang perlu dilakukan pemerintah daerah dalam
menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi sepanjang tahun 2026. Selain
itu, agenda juga mencakup evaluasi dukungan pemerintah daerah terhadap
pelaksanaan Program 3 Juta Rumah.
Dalam rakor
tersebut, perkembangan Indeks Perkembangan Harga (IPH) menjadi salah satu
indikator penting yang mendapat perhatian. Berdasarkan laporan Kepala BPS
Kabupaten Gorontalo Utara Dapit Rudianto, IPH Kabupaten Gorontalo Utara
pada Minggu III September 2026 tercatat sebesar 8,53 dan berada pada peringkat
13.
Perkembangan
harga tersebut terutama dipengaruhi oleh sejumlah komoditas pangan utama, yakni
cabai rawit, cabai merah, dan bawang merah.
Kondisi
tersebut menjadi perhatian TPID Kabupaten Gorontalo Utara untuk terus
memperkuat langkah pengendalian harga, khususnya terhadap komoditas pangan yang
memberikan kontribusi terhadap perubahan IPH.
Melalui
koordinasi lintas perangkat daerah, Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara terus
mendorong langkah antisipatif dan konkret guna menjaga ketersediaan pasokan, kelancaran
distribusi, serta keterjangkauan harga kebutuhan pokok masyarakat.
Rakor ini
sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi pemerintah daerah dalam
menjaga stabilitas ekonomi daerah serta memastikan program-program pemerintah,
termasuk dukungan terhadap Program 3 Juta Rumah, dapat berjalan sesuai dengan
sasaran yang telah ditetapkan.(kominfo-Gorut)
