TPID Gorut Ikuti Rakor Pengendalian Inflasi Nasional : IPH Capai 7,85, Cabai Jadi Penyumbang Utama
TPID Gorut Ikuti Rakor Pengendalian Inflasi Nasional : IPH Capai 7,85, Cabai Jadi Penyumbang Utama
Pemerintah
Kabupaten Gorontalo Utara terus memperkuat langkah strategis dalam pengendalian
inflasi daerah dengan mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi
Tahun 2026 yang digelar secara daring oleh Kementerian Dalam Negeri Republik
Indonesia, Senin (14-09-2026).
Rakor yang
berlangsung melalui aplikasi Zoom Meeting tersebut dipimpin langsung Menteri
Dalam Negeri RI Muhammad Tito Karnavian, bersama Menteri Koperasi RI Ferry
Juliantono dan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal RI Yandri
Susanto.
Dari
Kabupaten Gorontalo Utara, kegiatan diikuti dari Ruang Media Center Dinas
Komunikasi dan Informatika Kabupaten Gorontalo Utara. Hadir dalam rakor
tersebut Kepala Dinas Ketahanan Pangan Gorontalo Utara Ajuba Talib, Kepala
Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yolanda Giola, Kepala Bagian
Perekonomian dan SDA Setda Gorontalo Utara, Farid Badjeber serta sejumlah perwakilan OPD yang tergabung
dalam Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Gorontalo Utara.
Rakor
nasional tersebut membahas sejumlah agenda strategis, di antaranya perkembangan
pengendalian inflasi daerah, verifikasi dan validasi Koperasi Desa/Kelurahan
Merah Putih, serta penandatanganan Surat Keputusan Bersama (SKB) Ruang Bersama
Indonesia untuk Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.
Dalam
pemantauan perkembangan harga di Gorontalo Utara, berdasarkan laporan Badan
Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Gorontalo Utara, Indeks Perkembangan Harga
(IPH) pada minggu II September 2026 tercatat sebesar 7,85, dengan posisi
peringkat 15.
Sejumlah
komoditas menjadi penyumbang utama perubahan harga tersebut, terutama cabai
rawit sebesar 4,9, cabai merah sebesar 2,9, serta bawang merah.
Kondisi tersebut menjadi perhatian TPID Kabupaten Gorontalo Utara untuk terus memperkuat koordinasi dan mengambil langkah antisipatif guna menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok masyarakat.
Selain pengendalian inflasi, rakor juga menyoroti perkembangan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di daerah.
Berdasarkan
laporan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM Kabupaten Gorontalo
Utara, pembangunan KDMP di 123 desa saat ini terus berjalan.
Dari jumlah
tersebut, sebanyak 13 desa telah menyelesaikan pembangunan, sementara 15
desa masih dalam proses pembangunan, sehingga total terdapat 28 desa
yang telah masuk dalam progres pembangunan KDMP.
Pemerintah
Kabupaten Gorontalo Utara terus mendorong percepatan pembangunan dan penguatan
kelembagaan koperasi tersebut agar nantinya dapat menjadi salah satu instrumen
penggerak ekonomi masyarakat desa sekaligus mendukung kemandirian ekonomi
daerah.
Rangkaian
kegiatan rakor juga diisi dengan penandatanganan Surat Keputusan Bersama
Ruang Bersama Indonesia untuk Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.
Melalui
keterlibatan aktif dalam rakor nasional ini, Pemkab Gorontalo Utara menegaskan
komitmennya untuk terus memperkuat sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam
menjaga stabilitas harga, mempercepat pembangunan ekonomi berbasis desa, serta
meningkatkan perlindungan dan pemberdayaan perempuan dan anak.
Langkah
tersebut diharapkan dapat memberikan dampak langsung terhadap peningkatan
kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi Gorontalo Utara
di tengah dinamika harga komoditas pangan.(Kominfo-Gorut)
