info@gorutkab.go.id +6285240046579

Tutup Rangkaian Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 1448 H, Asisten Pemerintahan dan Kesra, Irwan A. Usman Ajak Masyarakat Teladani Akhlak Rasulullah

  • Novita Antula
  • Disukai 0
  • Dibaca 123 Kali
Tutup Rangkaian Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 1448 H, Asisten Pemerintahan dan Kesra, Irwan A. Usman Ajak Masyarakat Teladani Akhlak Rasulullah

Mewakili Wakil Bupati Gorontalo Utara, Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kabupaten Gorontalo Utara, Irwan A. Usman, menutup rangkaian peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 1448 Hijriyah di Masjid Agung Baiturrahim, Kecamatan Kwandang, Selasa (25-08-2026).

Penutupan rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriyah tersebut turut dihadiri oleh jajaran pimpinan OPD Kabupaten Gorontalo Utara, Ketua Dewan Adat Gorontalo Utara, Thamrin Yusuf, Tuan Qadhi Gorontalo Utara, Faizal Aliyafie, Bate Lo'limutu To Tomilito To Lipu Lo Uwanego, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gorontalo Utara, Ketua Pengadilan Agama Gorontalo Utara, Ketua Baznas Kabupaten Gorontalo Utara, serta para tokoh agama, tokoh masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Irwan A. Usman menyampaikan bahwa Wakil Bupati Gorontalo Utara sebelumnya dijadwalkan hadir langsung dalam kegiatan penutupan. Namun, karena adanya agenda lain yang harus dilaksanakan, Wakil Bupati berhalangan hadir dan diwakili oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra.

Dalam sambutannya, Irwan terlebih dahulu menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada seluruh panitia yang telah berhasil melaksanakan seluruh rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriyah dengan baik.

Ia menegaskan bahwa peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tidak semestinya hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial tahunan. Lebih dari itu, Maulid merupakan momentum untuk kembali menggali dan mengamalkan nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.

“Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan, tetapi memiliki hakikat yang besar. Maulid menjadi sekolah cinta yang mengingatkan kita kembali pada nilai-nilai keteladanan, kejujuran, kepemimpinan, kasih sayang, serta pengabdian kepada umat,” ujar Irwan.

Menurutnya, nilai-nilai yang dicontohkan Rasulullah SAW juga sangat relevan untuk diterapkan dalam kehidupan pemerintahan maupun kehidupan bermasyarakat, khususnya dalam menjalankan amanah kepemimpinan.

Ia mengajak para pemimpin dan seluruh masyarakat untuk meneladani empat sifat utama Rasulullah SAW, yakni siddiq, amanah, tabligh, dan fathanah.

“Nilai-nilai tersebut harus menjadi pedoman kita dalam menjalankan amanah, baik sebagai pemimpin maupun sebagai anggota masyarakat. Keteladanan Rasulullah harus diwujudkan dalam sikap dan tindakan nyata,” tambahnya.

Selain itu, Irwan mengajak seluruh jamaah untuk meningkatkan solidaritas sosial dan memperkuat ukhuwah Islamiyah di tengah kondisi masyarakat saat ini. Menurutnya, semangat Maulid harus diwujudkan melalui kepedulian terhadap sesama, sikap saling membantu, serta membangun kehidupan sosial yang harmonis.

“Marilah kita menunjukkan keteladanan dan solidaritas terhadap sesama, memperkuat ukhuwah Islamiyah, saling tolong-menolong dan meningkatkan kepedulian. Semangat inilah yang perlu kita bawa setelah rangkaian Maulid ini selesai,” ungkapnya.


Pada kesempatan tersebut, Irwan juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi kondisi musim kemarau yang berkepanjangan. Ia mengajak masyarakat untuk melakukan berbagai langkah antisipasi guna mencegah dampak yang tidak diinginkan akibat kekeringan.

Selain ikhtiar secara lahiriah, ia mengajak masyarakat untuk meningkatkan ikhtiar spiritual dengan melaksanakan salat istisqa atau salat meminta hujan, sebagai bentuk doa dan permohonan kepada Allah SWT agar diberikan curahan hujan dan keselamatan bagi masyarakat.

“Kita juga perlu mengantisipasi kondisi alam, khususnya musim kemarau yang berkepanjangan. Mari kita melakukan ikhtiar, termasuk melaksanakan salat meminta hujan, serta mengingatkan seluruh masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai dampak kemarau,” jelasnya.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama sebagai bentuk ungkapan syukur sekaligus memohon keselamatan, keberkahan, serta perlindungan Allah SWT bagi seluruh masyarakat Kabupaten Gorontalo Utara.

Melalui momentum tersebut, Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara berharap nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW tidak berhenti pada rangkaian perayaan, tetapi dapat terus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam membangun persatuan, kepedulian, pelayanan kepada masyarakat, dan kemajuan daerah. (Koimfo-Gorut)