WABUP NURJANAH BUKA GERAKAN MOPOBERSI KAMBUNGU, DORONG PENGELOLAAN SAMPAH BERBASIS MASYARAKAT
WABUP NURJANAH BUKA GERAKAN MOPOBERSI KAMBUNGU, DORONG PENGELOLAAN SAMPAH BERBASIS MASYARAKAT
Wakil
Bupati Gorontalo Utara, Nurjanah Hasan Yusuf, secara resmi membuka kegiatan Gerakan
Mopobersi Kambungu dan Pemanfaatan TPS 3R, sebagai langkah bersama
memperkuat kebersihan lingkungan sekaligus mendorong pengelolaan sampah yang
memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. kegiatan ini berlangsung di Aula
Tinepo Kantor Bupati Gorontalo Utara, Kamis (13-08-2026)
Kegiatan
ini di hadiri Staf Ahli Bupati, Yusuf Abd. Hasan, Asisten Pemerintah dan Kesra
Setda Kabupaten Gorontalo Utara, Irwan A. Usman, Kepala Dinas Lingkungan Hidup
Kabupaten Gorontalo Utara, Tamrin Monoarfa, Camat Ponelo Kepulauan, para Kepala
Desa se Kecamatan Kwandang atau yang mewakili.
Kegiatan
tersebut menjadi momentum untuk membangun kesadaran bahwa kebersihan lingkungan
bukan semata-mata menjadi tanggung jawab Dinas Lingkungan Hidup (DLH), tetapi
merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat, pemerintah desa, perangkat
daerah dan pemangku kepentingan lainnya.
Dalam
arahannya, Wabup Nurjanah menegaskan bahwa gerakan Mopobersi Kambungu harus
dilaksanakan secara bersama-sama dan berkelanjutan, terutama menghadapi kondisi
musim kemarau yang meningkatkan potensi kebakaran.
“Pelaksanaan
Mopobersi Kambungu ini bukan semata-mata menjadi tanggung jawab Dinas
Lingkungan Hidup, tetapi tanggung jawab kita semua. Pemerintah desa harus terus
mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan dan meningkatkan kewaspadaan
terhadap hal-hal yang dapat memicu kebakaran,” ujar Nurjanah.
Menurutnya,
sampah dan material kering yang tidak dikelola dengan baik dapat menjadi salah
satu faktor yang meningkatkan risiko kebakaran. Karena itu, masyarakat,
khususnya para petani dan warga yang berada di sekitar kawasan permukiman
maupun lahan terbuka, diminta tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu
kebakaran.
Wabup juga
menyoroti persoalan persampahan yang masih menjadi tantangan, khususnya di
wilayah Kecamatan Kwandang yang memiliki aktivitas dan produksi sampah cukup
tinggi.
Ia berharap
pengelolaan sampah tidak lagi menggunakan pola lama, tetapi mulai diarahkan
pada pemilahan dan pengolahan sejak dari sumbernya. Sampah organik dan
anorganik dapat dipisahkan sehingga sebagian dapat diolah kembali dan memiliki
nilai ekonomi.
“Jangan sampai seluruh beban pengelolaan sampah bertumpu pada Dinas Lingkungan Hidup. Kalau sampahnya banyak dan sudah terkumpul dengan baik, kami siap mengangkut dan membawanya ke tempat pengolahan,” jelasnya.
Sementara
itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gorontalo Utara, Tamrin Monoarfa,
dalam laporannya menyampaikan bahwa DLH masih menghadapi sejumlah kendala,
terutama keterbatasan dan kondisi armada pengangkutan sampah. Sejumlah
kendaraan operasional masih dalam proses perbaikan sehingga berdampak pada
optimalisasi pelayanan kepada masyarakat.
Tamrin
menjelaskan, selain persoalan armada, tantangan lainnya adalah masih
terbatasnya sarana dan prasarana persampahan, belum optimalnya fungsi TPS,
serta belum meratanya sistem pengolahan sampah berbasis desa.
“Kami
berharap pengelolaan sampah ini menjadi gerakan bersama. Kalau dilakukan secara
serius, sampah tidak hanya menjadi persoalan, tetapi juga dapat memberikan
kontribusi ekonomi bagi keluarga, desa dan daerah,” kata Tamrin.
Dalam
kesempatan tersebut, DLH juga menyampaikan rencana penguatan pemanfaatan TPS 3R
serta pengembangan pengelolaan sampah berbasis masyarakat dan desa. Langkah ini
diharapkan dapat mengurangi volume sampah yang masuk ke tempat pemrosesan akhir
(TPA) sekaligus meningkatkan nilai guna sampah.
Wabup
Nurjanah juga meminta pemerintah desa untuk mengambil peran lebih besar dalam
menjaga kebersihan wilayah masing-masing. Ia mendorong adanya partisipasi
masyarakat dan mekanisme pembiayaan yang wajar untuk mendukung pelayanan
persampahan, sehingga pengangkutan sampah dapat berjalan lebih teratur.
“Kalau kita
ingin lingkungan kita bersih, tentu harus ada kontribusi dan kerja sama dari
semua pihak. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Mari kita jadikan
kebersihan sebagai budaya dan gerakan bersama,” tutur Nurjanah.
Melalui
Gerakan Mopobersi Kambungu dan pemanfaatan TPS 3R, Pemerintah Kabupaten
Gorontalo Utara berharap terbangun pola pengelolaan sampah yang lebih tertib,
partisipatif dan berkelanjutan, sekaligus mendukung terciptanya lingkungan yang
bersih, sehat dan memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat.(Kominfo-Gorut)
