info@gorutkab.go.id +6285240046579

WABUP NURJANAH BUKA GERAKAN MOPOBERSI KAMBUNGU, DORONG PENGELOLAAN SAMPAH BERBASIS MASYARAKAT

  • Novita Antula
  • Disukai 0
  • Dibaca 31 Kali
WABUP NURJANAH BUKA GERAKAN MOPOBERSI KAMBUNGU, DORONG PENGELOLAAN SAMPAH BERBASIS MASYARAKAT

Wakil Bupati Gorontalo Utara, Nurjanah Hasan Yusuf, secara resmi membuka kegiatan Gerakan Mopobersi Kambungu dan Pemanfaatan TPS 3R, sebagai langkah bersama memperkuat kebersihan lingkungan sekaligus mendorong pengelolaan sampah yang memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. kegiatan ini berlangsung di Aula Tinepo Kantor Bupati Gorontalo Utara, Kamis (13-08-2026)

Kegiatan ini di hadiri Staf Ahli Bupati, Yusuf Abd. Hasan, Asisten Pemerintah dan Kesra Setda Kabupaten Gorontalo Utara, Irwan A. Usman, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gorontalo Utara, Tamrin Monoarfa, Camat Ponelo Kepulauan, para Kepala Desa se Kecamatan Kwandang atau yang mewakili.

Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk membangun kesadaran bahwa kebersihan lingkungan bukan semata-mata menjadi tanggung jawab Dinas Lingkungan Hidup (DLH), tetapi merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat, pemerintah desa, perangkat daerah dan pemangku kepentingan lainnya.

Dalam arahannya, Wabup Nurjanah menegaskan bahwa gerakan Mopobersi Kambungu harus dilaksanakan secara bersama-sama dan berkelanjutan, terutama menghadapi kondisi musim kemarau yang meningkatkan potensi kebakaran.

“Pelaksanaan Mopobersi Kambungu ini bukan semata-mata menjadi tanggung jawab Dinas Lingkungan Hidup, tetapi tanggung jawab kita semua. Pemerintah desa harus terus mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan dan meningkatkan kewaspadaan terhadap hal-hal yang dapat memicu kebakaran,” ujar Nurjanah.

Menurutnya, sampah dan material kering yang tidak dikelola dengan baik dapat menjadi salah satu faktor yang meningkatkan risiko kebakaran. Karena itu, masyarakat, khususnya para petani dan warga yang berada di sekitar kawasan permukiman maupun lahan terbuka, diminta tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.

Wabup juga menyoroti persoalan persampahan yang masih menjadi tantangan, khususnya di wilayah Kecamatan Kwandang yang memiliki aktivitas dan produksi sampah cukup tinggi.

Ia berharap pengelolaan sampah tidak lagi menggunakan pola lama, tetapi mulai diarahkan pada pemilahan dan pengolahan sejak dari sumbernya. Sampah organik dan anorganik dapat dipisahkan sehingga sebagian dapat diolah kembali dan memiliki nilai ekonomi.

“Jangan sampai seluruh beban pengelolaan sampah bertumpu pada Dinas Lingkungan Hidup. Kalau sampahnya banyak dan sudah terkumpul dengan baik, kami siap mengangkut dan membawanya ke tempat pengolahan,” jelasnya.


Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gorontalo Utara, Tamrin Monoarfa, dalam laporannya menyampaikan bahwa DLH masih menghadapi sejumlah kendala, terutama keterbatasan dan kondisi armada pengangkutan sampah. Sejumlah kendaraan operasional masih dalam proses perbaikan sehingga berdampak pada optimalisasi pelayanan kepada masyarakat.

Tamrin menjelaskan, selain persoalan armada, tantangan lainnya adalah masih terbatasnya sarana dan prasarana persampahan, belum optimalnya fungsi TPS, serta belum meratanya sistem pengolahan sampah berbasis desa.

“Kami berharap pengelolaan sampah ini menjadi gerakan bersama. Kalau dilakukan secara serius, sampah tidak hanya menjadi persoalan, tetapi juga dapat memberikan kontribusi ekonomi bagi keluarga, desa dan daerah,” kata Tamrin.

Dalam kesempatan tersebut, DLH juga menyampaikan rencana penguatan pemanfaatan TPS 3R serta pengembangan pengelolaan sampah berbasis masyarakat dan desa. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi volume sampah yang masuk ke tempat pemrosesan akhir (TPA) sekaligus meningkatkan nilai guna sampah.

Wabup Nurjanah juga meminta pemerintah desa untuk mengambil peran lebih besar dalam menjaga kebersihan wilayah masing-masing. Ia mendorong adanya partisipasi masyarakat dan mekanisme pembiayaan yang wajar untuk mendukung pelayanan persampahan, sehingga pengangkutan sampah dapat berjalan lebih teratur.

“Kalau kita ingin lingkungan kita bersih, tentu harus ada kontribusi dan kerja sama dari semua pihak. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Mari kita jadikan kebersihan sebagai budaya dan gerakan bersama,” tutur Nurjanah.

Melalui Gerakan Mopobersi Kambungu dan pemanfaatan TPS 3R, Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara berharap terbangun pola pengelolaan sampah yang lebih tertib, partisipatif dan berkelanjutan, sekaligus mendukung terciptanya lingkungan yang bersih, sehat dan memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat.(Kominfo-Gorut)