Wabup Nurjanah Hasan Yusuf Hadiri Bakti Sosial IBI dan HUT PMI Gorontalo Utara Ajak Masyarakat Peduli Kemanusiaan, Dorong Penguatan Layanan Donor Darah
Wabup Nurjanah Hasan Yusuf Hadiri Bakti Sosial IBI dan HUT PMI Gorontalo Utara Ajak Masyarakat Peduli Kemanusiaan, Dorong Penguatan Layanan Donor Darah
Wakil
Bupati Gorontalo Utara, Nurjanah Hasan Yusuf, menghadiri sekaligus
memberikan sambutan pada kegiatan Bakti Sosial Donor Darah yang diselenggarakan
Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Gorontalo Utara, dalam rangka
memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Palang Merah Indonesia (PMI).
Kegiatan
tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo Utara, dr.
Sri Fenti Sagaf, Ketua IBI Gorontalo Utara Maya Octaviani Rahmola, SKM.,
M.Si, jajaran pengurus IBI, tenaga kesehatan khususnya para bidan, jajaran
pengurus dan Markas PMI Gorontalo Utara, serta para relawan donor darah.
Kegiatan
tersebut dihadiri dan mendapat dukungan langsung dari Wakil Bupati Gorontalo
Utara Nurjanah Hasan Yusuf, yang juga merupakan Ketua PMI Kabupaten
Gorontalo Utara. Dalam sambutannya, Nurjanah menyampaikan apresiasi kepada IBI
Gorontalo Utara yang telah berinisiatif menyelenggarakan aksi donor darah
sebagai wujud nyata kepedulian terhadap sesama.
“Atas nama
Pengurus PMI Kabupaten Gorontalo Utara, saya mengucapkan terima kasih dan
apresiasi yang sebesar-besarnya kepada Pengurus IBI Gorontalo Utara yang telah
berinisiatif menyelenggarakan bakti sosial donor darah,” ujar Nurjanah.
Menurutnya,
kegiatan donor darah memiliki makna penting dalam memperkuat semangat
kepedulian dan kemanusiaan, sekaligus meningkatkan partisipasi masyarakat dalam
aksi-aksi sosial.
Peringatan
HUT ke-81 PMI tahun ini mengusung semangat “Peduli, Bergerak, Bersama”.
Tiga kata tersebut, kata Nurjanah, menggambarkan bagaimana kepedulian harus
diwujudkan dalam tindakan nyata dan diperkuat melalui kolaborasi berbagai
pihak.
“Peduli berarti melihat, mendengar dan merasakan kondisi sesama. Bergerak berarti mengubah kepedulian menjadi tindakan. Sementara bersama berarti menciptakan dampak yang lebih besar melalui kolaborasi,” jelasnya.
Dalam
kesempatan tersebut, Nurjanah juga mengajak masyarakat yang memenuhi
persyaratan kesehatan untuk menjadi relawan donor darah. Menurutnya, semakin
banyak masyarakat yang berpartisipasi, semakin besar pula peluang untuk
membantu memenuhi kebutuhan darah bagi pasien yang membutuhkan.
“Setetes
darah, sejuta harapan. Bersama PMI dan IBI kita hadir untuk kemanusiaan,” tegasnya.
Selain
mengapresiasi aksi donor darah, Nurjanah juga menyampaikan kondisi pelayanan
darah yang masih menjadi tantangan bagi PMI Kabupaten Gorontalo Utara.
Ia
menjelaskan, PMI Gorontalo Utara masih menghadapi keterbatasan dalam pemenuhan
kebutuhan darah masyarakat, termasuk keterbatasan fasilitas untuk melakukan
pengolahan dan uji saring darah secara mandiri.
Selama ini,
ketika masyarakat membutuhkan darah, PMI Gorontalo Utara masih harus memperoleh
pasokan dari UDD PMI Kota Gorontalo. Kondisi tersebut berdampak pada
waktu tunggu masyarakat dalam mendapatkan darah yang dibutuhkan.
“Pertama,
waktu tunggu pemenuhan darah bagi masyarakat menjadi lama karena harus meminta pasokan
dari UDD PMI Kota Gorontalo. Kedua, keterbatasan layanan yang kami miliki dalam
melakukan pengolahan dan uji saring darah secara mandiri,” ungkapnya.
Keterbatasan
fasilitas penyimpanan dan pengolahan komponen darah juga menjadi salah satu
kendala dalam mengoptimalkan kegiatan donor darah massal di daerah.
Karena itu,
melalui momentum tersebut, Nurjanah menyampaikan harapan agar penguatan
fasilitas layanan darah di Gorontalo Utara dapat menjadi perhatian pemerintah
daerah.
“Kami
memohon kepada Bapak Bupati untuk dapat membantu Unit Donor Darah PMI Gorontalo
Utara melalui penyediaan laboratorium uji saring dan pengelolaan darah,”
pintanya.
Aksi donor
darah yang digelar dalam rangkaian kegiatan bakti sosial IBI tersebut mendapat
respons positif dari para peserta dan relawan.
Hingga
kegiatan berakhir, tercatat 28 kantong darah berhasil dikumpulkan,
terdiri dari:
- Golongan A: 4 kantong
- Golongan O: 14 kantong
- Golongan B: 9 kantong
- Golongan AB: 1 kantong
Total:
28 kantong darah.
Selain
mengajak masyarakat berpartisipasi dalam aksi donor darah, Nurjanah juga
memberikan apresiasi kepada seluruh bidan atas dedikasi dan pengabdian mereka
dalam mendampingi proses persalinan serta menjaga kesehatan ibu dan anak.
Ia menilai
profesi bidan bukan sekadar pekerjaan, tetapi merupakan bentuk pengabdian dan
panggilan kemanusiaan.
“Terima
kasih kepada seluruh bidan atas dedikasi luar biasa dalam mendampingi
persalinan serta merawat kesehatan ibu dan anak. Ketangguhan dan dedikasi
kalian adalah inspirasi nyata bagi generasi penerus,” tutur Nurjanah.
Ia juga
mengajak para bidan untuk terus menjadi bagian penting dalam meningkatkan
kesadaran masyarakat mengenai kesehatan ibu dan anak, termasuk menyampaikan
informasi kesehatan dengan bahasa yang mudah dipahami.
“Menjadi
bidan bukan hanya profesi, tetapi panggilan jiwa untuk melayani dan
menyelamatkan. Setiap pemeriksaan kehamilan adalah investasi untuk masa depan
yang sehat,” tambahnya.
Mengakhiri
sambutannya, Nurjanah kembali mengajak seluruh elemen masyarakat untuk
memperkuat semangat kemanusiaan melalui aksi nyata.
“Setetes darah, sejuta harapan. Bersama PMI dan IBI, kita hadir untuk kemanusiaan,” pungkasnya.
Kegiatan
Bakti Sosial Donor Darah tersebut sekaligus menjadi bagian dari rangkaian
peringatan HUT ke-81 Palang Merah Indonesia, dengan semangat memperkuat
kepedulian, meningkatkan partisipasi masyarakat dalam aksi kemanusiaan, serta
membangun kolaborasi dalam memenuhi kebutuhan darah bagi masyarakat Gorontalo
Utara. (Kominfo-Gorut)
