Wabup Nurjanah Hasan Yusuf Saksikan Kesepakatan Nelayan Gorut-Bolmut, Dorong Penyelesaian Perselisihan Wilayah Tangkapan
Wabup Nurjanah Hasan Yusuf Saksikan Kesepakatan Nelayan Gorut-Bolmut, Dorong Penyelesaian Perselisihan Wilayah Tangkapan
Wakil
Bupati Gorontalo Utara, Nurjanah Hasan Yusuf, menghadiri kegiatan
penandatanganan Kesepakatan Bersama antara Nelayan Kabupaten Gorontalo Utara,
Provinsi Gorontalo, dan Nelayan Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut),
Provinsi Sulawesi Utara, Jumat (28-08-2026).
Kegiatan
yang berlangsung di Ruang Rapat Gedung CTI Lantai IV, Kairagi, Kota Manado,
tersebut menjadi momentum penting dalam upaya mengakhiri perselisihan terkait
pemanfaatan wilayah tangkapan ikan di perairan Kecamatan Pinogaluman, Kabupaten
Bolaang Mongondow Utara.
Turut hadir
dalam kegiatan tersebut Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Bolaang
Mongondow Utara, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Utara,
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Gorontalo, Arianto Husain, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Bolaang
Mongondow Utara, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Gorontalo Utara Faisal Piu,
Camat Pinogaluman, serta unsur terkait lainnya.
Dalam
kesempatan tersebut, Wakil Bupati Gorontalo Utara Nurjanah Hasan Yusuf
menyampaikan bahwa kesepakatan ini merupakan langkah penting dalam menciptakan
hubungan yang harmonis dan menjaga keberlangsungan aktivitas nelayan di kedua
wilayah.
Ia
menjelaskan, pada awal tahun 2026 sempat terjadi kesalahpahaman dan gesekan
antarnelayan terkait pemanfaatan batas serta wilayah tangkapan ikan. Kondisi
tersebut terjadi setelah nelayan bagan dari Kabupaten Gorontalo Utara memasuki
wilayah perairan Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, yang kemudian memicu
konflik hingga terjadi pengrusakan alat tangkap bagan milik nelayan Gorontalo
Utara.
Di sisi
lain, terjadi pula persoalan berupa pemblokiran terhadap hasil produksi
tangkapan nelayan Bolaang Mongondow Utara yang masuk ke wilayah Gorontalo
Utara.
“Untuk
menyelesaikan persoalan tersebut, Pemerintah Daerah Kabupaten Gorontalo Utara
bersama Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara telah melakukan fasilitasi
sebanyak tiga kali pertemuan. Dua pertemuan dilaksanakan di Kabupaten Bolaang
Mongondow Utara dan satu pertemuan dilaksanakan di Kabupaten Gorontalo Utara,”
jelas Nurjanah.
Menurutnya,
pada pertemuan pertama dan kedua belum diperoleh kesepakatan bersama. Namun,
melalui pertemuan lanjutan, kedua belah pihak akhirnya mencapai kesepakatan
untuk menyelesaikan persoalan tersebut secara damai dan mengedepankan
kepentingan bersama.
Salah satu poin penting dalam kesepakatan tersebut adalah nelayan bagan Kabupaten Gorontalo Utara tidak akan lagi memasuki wilayah perairan Kabupaten Bolaang Mongondow Utara.
Kesepakatan
tersebut disetujui oleh nelayan Bolaang Mongondow Utara dengan catatan adanya
kejelasan batas wilayah melalui penentuan tapal batas oleh Pemerintah Provinsi
Gorontalo dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara melalui instansi teknis
terkait.
“Selaku
Pemerintah Daerah Kabupaten Gorontalo Utara, kami menyaksikan langsung
kesepakatan bersama kedua belah pihak ini sebagai bentuk komitmen untuk
mengakhiri perseteruan dan menjaga hubungan baik antarnelayan,” ujar Nurjanah.
Ia berharap
kesepakatan yang telah dicapai dapat dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab
oleh kedua belah pihak sehingga aktivitas nelayan dapat berlangsung dengan
aman, tertib dan saling menghormati.
Nurjanah
juga menekankan bahwa kesepakatan tersebut tidak menutup kemungkinan untuk
dilakukan evaluasi dan pembaruan pada tahun-tahun berikutnya.
“Harapan
kami, pada tahun berikutnya apabila terdapat perubahan kondisi, maka kesepakatan
ini dapat dibicarakan dan disepakati kembali sepanjang memberikan manfaat dan
keuntungan bagi kedua belah pihak,” ungkapnya.
Kesepakatan
Bersama tersebut secara khusus mengatur tentang pemanfaatan wilayah
tangkapan ikan antara nelayan bagan Kabupaten Gorontalo Utara dan nelayan lobe
Kabupaten Bolaang Mongondow Utara di perairan Kecamatan Pinogaluman, Kabupaten
Bolaang Mongondow Utara.
Dengan
adanya kesepakatan ini, Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara berharap persoalan
yang sebelumnya menimbulkan ketegangan dapat diselesaikan secara permanen
melalui komunikasi, koordinasi dan penghormatan terhadap batas wilayah
perairan.
Pemerintah
daerah juga mendorong agar para nelayan kedua daerah terus menjaga hubungan
baik serta mengedepankan musyawarah dalam menyelesaikan setiap persoalan yang
berpotensi muncul di lapangan.(Kominfo-Gorut)
