Wabup Nurjanah Hasan Yusuf Turun Langsung : Gerakkan ABPEDNAS dan Karang Taruna Salurkan Air Bersih di Desa Ilodulunga Kecamatan Anggrek
Wabup Nurjanah Hasan Yusuf Turun Langsung : Gerakkan ABPEDNAS dan Karang Taruna Salurkan Air Bersih di Desa Ilodulunga Kecamatan Anggrek
Kepedulian
terhadap masyarakat yang terdampak musim kemarau terus digerakkan Pemerintah
Kabupaten Gorontalo Utara melalui kolaborasi lintas organisasi. Wakil Bupati
Gorontalo Utara, Nurjanah Hasan Yusuf, bersama Karang Taruna dan
Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS) Kabupaten Gorontalo
Utara menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat Desa Ilodulunga,
Kecamatan Anggrek, Jumat (11-09-2026).
Dalam
kegiatan yang merupakan bagian dari Bulan Bhakti September 2026
tersebut, sebanyak 4.400 liter air bersih disalurkan untuk memenuhi
kebutuhan masyarakat yang terdampak kekeringan.
Distribusi
air bersih menyasar tiga dusun, yakni Dusun Pante sebanyak 25 KK dan 103
jiwa, Dusun Aerfak 75 KK dan 97 jiwa, serta Dusun Tahena 30 KK dan 89 jiwa.
Wabup
Nurjanah hadir dalam kapasitasnya sebagai Ketua ABPEDNAS, sekaligus
memastikan kolaborasi organisasi kemasyarakatan di tingkat desa dapat mengambil
peran nyata dalam membantu masyarakat menghadapi dampak kemarau.
Dalam
sambutannya, Nurjanah mengajak masyarakat untuk menghadapi musim kemarau dengan
penuh kesabaran, keikhlasan dan kebesaran hati, sembari terus berharap kondisi
segera membaik dan hujan kembali turun.
“Musim
kemarau tahun ini harus kita hadapi dengan kebesaran hati, penuh kesabaran dan
keikhlasan. Kita terus berdoa dan berharap agar hujan segera turun,” ujar
Nurjanah.
Menurutnya,
kondisi kekeringan yang semakin meluas membutuhkan keterlibatan seluruh elemen
masyarakat. Karena itu, keberadaan Karang Taruna dan ABPEDNAS di tingkat
kecamatan maupun desa diharapkan tidak hanya menjadi organisasi sosial, tetapi
juga mampu menjadi pengawal aspirasi masyarakat.
Terutama,
kata dia, dalam menyampaikan kebutuhan masyarakat terkait penanganan
bencana, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta distribusi air bersih
yang dari waktu ke waktu menjangkau semakin banyak wilayah.
Tidak
berhenti pada aksi distribusi air bersih, Wabup Nurjanah juga mengungkapkan
agenda strategis ke depan. ABPEDNAS Gorontalo Utara bersama Karang Taruna
Kabupaten Gorontalo Utara berkomitmen mendorong pembentukan Desa Tangguh
Bencana (DESTANA) di seluruh wilayah Kabupaten Gorontalo Utara.
Dari total 123
desa di Gorontalo Utara, saat ini masih terdapat 82 desa yang belum
terbentuk sebagai DESTANA.
Nurjanah
menjelaskan, pembentukan DESTANA membutuhkan koordinasi dan kolaborasi dengan BPBD
Kabupaten Gorontalo Utara, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), serta
instansi terkait lainnya.
Sejumlah
aspek tengah dijajaki, mulai dari program, legalitas formal, personel,
kelembagaan hingga penganggaran, sehingga DESTANA nantinya tidak sekadar
terbentuk secara administratif, tetapi benar-benar mampu menjalankan fungsi
kesiapsiagaan dan mitigasi bencana di tingkat desa.
“Berbicara
tentang DESTANA tentu kewenangannya harus dikoordinasikan dengan BPBD. Karena
itu, kita sedang menjajaki program, legalitas formal, personel, kelembagaan dan
penganggarannya. Ini akan kita kolaborasikan bersama BPBD, Dinas Pemdes dan PMD
serta instansi terkait lainnya,” jelasnya.
Selain
pembentukan DESTANA, Wabup Nurjanah menyebut terdapat satu program strategis
lainnya yang akan didorong, yakni penilaian program mitigasi dan sekolah
tangguh bencana di lingkungan pendidikan, mulai dari PAUD, SD,
SMP/sederajat hingga SMA/sederajat se-Kabupaten Gorontalo Utara.
Kedua program strategis tersebut, lanjutnya, akan diagendakan dan diupayakan masuk dalam Tahun Anggaran 2027.
Program
tersebut dinilai penting karena upaya penanggulangan bencana tidak boleh hanya
dilakukan ketika bencana telah terjadi. Kesiapsiagaan, edukasi, mitigasi dan
penguatan kapasitas masyarakat harus dibangun sejak dari tingkat desa hingga
lingkungan sekolah.
Sementara
itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Gorontalo Utara, Usman Lagarusu,
menegaskan pentingnya kerja bersama seluruh jajaran BPBD dalam menyukseskan
agenda strategis tersebut.
Ia berharap
seluruh staf BPBD mampu bekerja secara smart, responsif dan kolaboratif,
sehingga berbagai program penanggulangan dan mitigasi bencana dapat berjalan
maksimal.
Menurutnya,
pembentukan DESTANA memiliki tujuan utama untuk mengurangi kerentanan dan
risiko bencana, meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat, serta melindungi
masyarakat dari ancaman kehilangan jiwa, harta benda dan kerusakan lingkungan.
Selain itu,
DESTANA diharapkan mampu memperkuat kemampuan masyarakat untuk memulihkan
diri secara cepat setelah terjadi bencana.
Usman
menekankan, seluruh pelaksanaan program dan kegiatan BPBD harus senantiasa
berpegang pada prinsip bahwa kerja penanggulangan bencana merupakan misi
kemanusiaan.
“Kerja-kerja di BPBD adalah misi kemanusiaan. Karena itu, seluruh jajaran harus bekerja dengan sungguh-sungguh, cerdas dan penuh tanggung jawab untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tegasnya.
Kolaborasi
penyaluran air bersih di Ilodulunga menjadi bukti bahwa menghadapi kemarau dan
ancaman bencana tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah. Kekuatan
organisasi desa, Karang Taruna, ABPEDNAS dan seluruh elemen masyarakat menjadi
bagian penting dalam membangun Gorontalo Utara yang semakin siap, tangguh dan
cepat merespons setiap ancaman bencana. (Kominfo-Gorut)
