info@gorutkab.go.id +6285240046579

Wabup Nurjanah Hasan Yusuf Turun Langsung : Gerakkan ABPEDNAS dan Karang Taruna Salurkan Air Bersih di Desa Ilodulunga Kecamatan Anggrek

  • Novita Antula
  • Disukai 0
  • Dibaca 90 Kali
Wabup Nurjanah Hasan Yusuf Turun Langsung : Gerakkan ABPEDNAS dan Karang Taruna Salurkan Air Bersih di Desa Ilodulunga Kecamatan Anggrek

Kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak musim kemarau terus digerakkan Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara melalui kolaborasi lintas organisasi. Wakil Bupati Gorontalo Utara, Nurjanah Hasan Yusuf, bersama Karang Taruna dan Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS) Kabupaten Gorontalo Utara menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat Desa Ilodulunga, Kecamatan Anggrek, Jumat (11-09-2026).

Dalam kegiatan yang merupakan bagian dari Bulan Bhakti September 2026 tersebut, sebanyak 4.400 liter air bersih disalurkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang terdampak kekeringan.

Distribusi air bersih menyasar tiga dusun, yakni Dusun Pante sebanyak 25 KK dan 103 jiwa, Dusun Aerfak 75 KK dan 97 jiwa, serta Dusun Tahena 30 KK dan 89 jiwa.

Wabup Nurjanah hadir dalam kapasitasnya sebagai Ketua ABPEDNAS, sekaligus memastikan kolaborasi organisasi kemasyarakatan di tingkat desa dapat mengambil peran nyata dalam membantu masyarakat menghadapi dampak kemarau.

Dalam sambutannya, Nurjanah mengajak masyarakat untuk menghadapi musim kemarau dengan penuh kesabaran, keikhlasan dan kebesaran hati, sembari terus berharap kondisi segera membaik dan hujan kembali turun.

“Musim kemarau tahun ini harus kita hadapi dengan kebesaran hati, penuh kesabaran dan keikhlasan. Kita terus berdoa dan berharap agar hujan segera turun,” ujar Nurjanah.

Menurutnya, kondisi kekeringan yang semakin meluas membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Karena itu, keberadaan Karang Taruna dan ABPEDNAS di tingkat kecamatan maupun desa diharapkan tidak hanya menjadi organisasi sosial, tetapi juga mampu menjadi pengawal aspirasi masyarakat.

Terutama, kata dia, dalam menyampaikan kebutuhan masyarakat terkait penanganan bencana, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta distribusi air bersih yang dari waktu ke waktu menjangkau semakin banyak wilayah.

Tidak berhenti pada aksi distribusi air bersih, Wabup Nurjanah juga mengungkapkan agenda strategis ke depan. ABPEDNAS Gorontalo Utara bersama Karang Taruna Kabupaten Gorontalo Utara berkomitmen mendorong pembentukan Desa Tangguh Bencana (DESTANA) di seluruh wilayah Kabupaten Gorontalo Utara.

Dari total 123 desa di Gorontalo Utara, saat ini masih terdapat 82 desa yang belum terbentuk sebagai DESTANA.

Nurjanah menjelaskan, pembentukan DESTANA membutuhkan koordinasi dan kolaborasi dengan BPBD Kabupaten Gorontalo Utara, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), serta instansi terkait lainnya.

Sejumlah aspek tengah dijajaki, mulai dari program, legalitas formal, personel, kelembagaan hingga penganggaran, sehingga DESTANA nantinya tidak sekadar terbentuk secara administratif, tetapi benar-benar mampu menjalankan fungsi kesiapsiagaan dan mitigasi bencana di tingkat desa.

“Berbicara tentang DESTANA tentu kewenangannya harus dikoordinasikan dengan BPBD. Karena itu, kita sedang menjajaki program, legalitas formal, personel, kelembagaan dan penganggarannya. Ini akan kita kolaborasikan bersama BPBD, Dinas Pemdes dan PMD serta instansi terkait lainnya,” jelasnya.

Selain pembentukan DESTANA, Wabup Nurjanah menyebut terdapat satu program strategis lainnya yang akan didorong, yakni penilaian program mitigasi dan sekolah tangguh bencana di lingkungan pendidikan, mulai dari PAUD, SD, SMP/sederajat hingga SMA/sederajat se-Kabupaten Gorontalo Utara.

Kedua program strategis tersebut, lanjutnya, akan diagendakan dan diupayakan masuk dalam Tahun Anggaran 2027.


Program tersebut dinilai penting karena upaya penanggulangan bencana tidak boleh hanya dilakukan ketika bencana telah terjadi. Kesiapsiagaan, edukasi, mitigasi dan penguatan kapasitas masyarakat harus dibangun sejak dari tingkat desa hingga lingkungan sekolah.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Gorontalo Utara, Usman Lagarusu, menegaskan pentingnya kerja bersama seluruh jajaran BPBD dalam menyukseskan agenda strategis tersebut.

Ia berharap seluruh staf BPBD mampu bekerja secara smart, responsif dan kolaboratif, sehingga berbagai program penanggulangan dan mitigasi bencana dapat berjalan maksimal.

Menurutnya, pembentukan DESTANA memiliki tujuan utama untuk mengurangi kerentanan dan risiko bencana, meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat, serta melindungi masyarakat dari ancaman kehilangan jiwa, harta benda dan kerusakan lingkungan.

Selain itu, DESTANA diharapkan mampu memperkuat kemampuan masyarakat untuk memulihkan diri secara cepat setelah terjadi bencana.

Usman menekankan, seluruh pelaksanaan program dan kegiatan BPBD harus senantiasa berpegang pada prinsip bahwa kerja penanggulangan bencana merupakan misi kemanusiaan.

“Kerja-kerja di BPBD adalah misi kemanusiaan. Karena itu, seluruh jajaran harus bekerja dengan sungguh-sungguh, cerdas dan penuh tanggung jawab untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tegasnya.


Kolaborasi penyaluran air bersih di Ilodulunga menjadi bukti bahwa menghadapi kemarau dan ancaman bencana tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah. Kekuatan organisasi desa, Karang Taruna, ABPEDNAS dan seluruh elemen masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun Gorontalo Utara yang semakin siap, tangguh dan cepat merespons setiap ancaman bencana. (Kominfo-Gorut)