info@gorutkab.go.id +6285240046579

WABUP NURJANAH PIMPIN RAPAT IMPLEMENTASI G-30 PB, OPD DIMINTA PERKUAT PROGRAM DAN MONITORING TANAMAN BUAH

  • Novita Antula
  • Disukai 0
  • Dibaca 19 Kali
WABUP NURJANAH PIMPIN RAPAT IMPLEMENTASI G-30 PB, OPD DIMINTA PERKUAT PROGRAM DAN MONITORING TANAMAN BUAH

Wakil Bupati Gorontalo Utara, Nurjanah Hasan Yusuf, memimpin rapat program implementasi Gerakan Agro Mopomulo (GAM) Gorontalo Utara 2030 Produsen Buah (G-30 PB), yang berlangsung di Aula Tinepo Kantor Bupati Gorontalo Utara, Kamis (13-08-2026).

Rapat tersebut dihadiri unsur Forkopimda, Staf Ahli Bupati, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Gorontalo Utara, pimpinan OPD, para camat se-Kabupaten Gorontalo Utara, Tim Kerja Bupati serta Tim Gerakan Agro Mopomulo (GAM) dari Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan Kabupaten Gorontalo Utara.

Rapat membahas tahapan implementasi program G-30 PB sebagai salah satu langkah strategis Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara untuk mewujudkan daerah sebagai produsen buah unggulan pada tahun 2030.

Dalam pemaparan Kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan, Asri Menu menyampaikan bahwa implementasi G-30 PB telah melalui kajian terhadap kondisi wilayah, meliputi karakteristik lahan, jenis tanah, iklim, topografi serta potensi komoditas buah di masing-masing wilayah. Pendekatan tersebut dilakukan agar pengembangan tanaman buah dapat disesuaikan dengan potensi dan kondisi setiap desa maupun kecamatan.

Sejumlah komoditas yang menjadi bagian dari pengembangan G-30 PB antara lain alpukat, rambutan, mangga, pisang, pepaya dan berbagai jenis buah potensial lainnya.

Wakil Bupati Nurjanah Hasan Yusuf menegaskan bahwa keberhasilan G-30 PB tidak cukup hanya dengan melakukan penanaman, tetapi harus diikuti dengan pemeliharaan, pendataan, monitoring dan evaluasi secara berkala.

“OPD harus memiliki program kerja dalam implementasi G-30 PB. Tugas OPD bukan hanya menanam, tetapi juga wajib memantau dan melaporkan perkembangan tanaman yang sudah ditanam, berapa yang hidup dan berapa yang tidak,” tegas Nurjanah.

Menurutnya, monitoring tersebut penting untuk mengetahui perkembangan program sekaligus menjadi dasar dalam menentukan target produksi pada tahun-tahun berikutnya.

“Kalau terpantau, kita bisa memprediksi tahun depan berapa yang akan berbuah. Pengalaman menunjukkan, ada tanaman yang ditanam dan dalam waktu sekitar tiga tahun sudah mulai berbuah. Karena itu jangan hanya menanam, kemudian kita tidak tahu hasilnya,” ujarnya.

Nurjanah juga meminta seluruh OPD mengambil peran sesuai tugas dan kewenangannya. Setiap OPD diharapkan menyusun membuat tim kerja,  program kerja yang jelas, termasuk rencana penanaman, pemeliharaan, monitoring serta pelaporan.

Ia menilai sinergi lintas sektor menjadi kunci agar program G-30 PB tidak berhenti pada kegiatan seremonial penanaman, tetapi benar-benar menghasilkan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

“Harapan kita semua OPD memiliki program kerja terlebih dahulu. Setelah program kerja dimasukkan dan berjalan, akan ada langkah berikutnya, termasuk evaluasi secara berkala,” jelasnya.


Dalam rapat tersebut juga dibahas pentingnya penguatan sosialisasi kepada masyarakat hingga tingkat desa. Para camat diminta terus mendorong partisipasi masyarakat agar gerakan menanam buah dapat berkembang secara luas.

Selain itu, mekanisme pengajuan bantuan bibit juga diarahkan agar dilakukan secara tertib melalui sistem yang telah disiapkan. Setiap permohonan bibit nantinya harus didukung dengan informasi mengenai lokasi penanaman serta perkembangan tanaman sebagai bagian dari proses evaluasi dan pertanggungjawaban program.

Wakil Bupati juga mengingatkan tantangan musim kemarau yang saat ini terjadi di Gorontalo Utara. Kondisi tersebut membutuhkan perhatian serius terhadap pemeliharaan tanaman yang telah ditanam, terutama dalam memastikan ketersediaan air.

“Kurang lebih sudah ada sekitar 6.000 tanaman yang tertanam. Kita belum tahu sampai saat ini berapa yang masih hidup, terutama menghadapi musim kemarau. Karena itu mari kita sama-sama melakukan pemantauan dan pemeliharaan,” katanya.

Ia mengajak seluruh jajaran pemerintah daerah untuk tidak menyerah pada kondisi alam, melainkan terus berupaya memanfaatkan teknologi dan menyesuaikan metode budidaya dengan kondisi lahan.

“Jenis tanah dan kondisi alam memang menjadi pertimbangan, tetapi dengan kemajuan teknologi banyak hal yang bisa direkayasa. Kita tidak boleh menyerah kepada alam. Yang penting kita menyesuaikan jenis tanaman dengan kondisi lahan dan terus melakukan inovasi,” tutur Nurjanah.

Sebagai tindak lanjut rapat, masing-masing OPD akan menyampaikan program kerja implementasi G-30 PB untuk kemudian dikompilasi oleh tim. Program tersebut selanjutnya akan menjadi dasar pelaksanaan, monitoring dan evaluasi secara berkala.

Wakil Bupati berharap seluruh perangkat daerah, camat, pemerintah desa, masyarakat serta seluruh pemangku kepentingan dapat mengambil bagian dalam gerakan tersebut.

“G-30 PB adalah gerakan bersama. Kita ingin apa yang sudah dicanangkan benar-benar memberikan hasil. Jangan hanya banyak yang ditanam, tetapi kita harus tahu berapa yang tumbuh, berapa yang dipelihara dan berapa yang nantinya menghasilkan buah,” pungkasnya.

Melalui penguatan program kerja, monitoring dan evaluasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara optimistis Gerakan Agro Mopomulo G-30 PB dapat terus berkembang dan menjadi fondasi bagi terwujudnya Gorontalo Utara sebagai salah satu daerah produsen buah unggulan pada tahun 2030.(Kominfo-Gorut)