Wabup Nurjanah Tegaskan Pencegahan Kebakaran Harus Berujung Aksi : “Jangan Rapat Hanya Rapat, Harus Ada Tindak Lanjut”
Wabup Nurjanah Tegaskan Pencegahan Kebakaran Harus Berujung Aksi : “Jangan Rapat Hanya Rapat, Harus Ada Tindak Lanjut”
Wakil
Bupati Gorontalo Utara Nurjanah Hasan Yusuf menghadiri sekaligus membuka Rapat
Koordinasi Pencegahan Kekeringan dan Kebakaran Kabupaten Gorontalo Utara Tahun
2026, Selasa (08-09-2026), bertempat di Aula Kantor Camat Tomilito.
Rapat
koordinasi tersebut menjadi momentum penting Pemerintah Kabupaten Gorontalo
Utara untuk memperkuat langkah pencegahan dan penanganan dampak kekeringan
serta kebakaran lahan yang terjadi di sejumlah wilayah.
Rakor
dihadiri Forkopimda Gorontalo Utara, Unsur Polres Gorontalo Utara, Unsur TNI, Kodim
1314 Gorontalo Utara, Unsur Basarnas, Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda
Kabupaten Gorontalo Utara, Kepala Badan KesbangPol, Kepala Pelaksana dan
Sekretaris BPBD, pimpinan OPD terkait, para Camat se-Kabupaten Gorontalo Utara,
serta kepala desa dan BPD se-Kecamatan Tomilito.
Dalam
sambutannya, Wakil Bupati Nurjanah menjelaskan bahwa pemilihan Kecamatan
Tomilito sebagai lokasi rakor bukan tanpa alasan. Berdasarkan kondisi yang
terjadi di lapangan, Tomilito menjadi salah satu wilayah yang perlu mendapatkan
perhatian serius karena tingginya kejadian kebakaran lahan.
“Kenapa
rapat ini kita buat di Kecamatan Tomilito ? Karena ada hal-hal yang perlu kita perbaiki.
Dari 11 kecamatan, Tomilito termasuk wilayah yang banyak terjadi kebakaran
lahan,” ujar Nurjanah.
Menurutnya,
langkah pertama yang harus diperkuat adalah pencegahan melalui sosialisasi
kepada masyarakat. Edukasi tidak hanya dilakukan dalam forum resmi, tetapi
harus menyentuh ruang-ruang sosial masyarakat, termasuk melalui kegiatan adat,
takziah, pesta maupun kegiatan kemasyarakatan lainnya.
Ia meminta
seluruh unsur pemerintahan hingga tingkat desa bersama TNI dan Polri aktif
menyampaikan bahaya serta dampak pembakaran lahan kepada masyarakat.
“Yang utama
adalah sosialisasi. Kalau ada kegiatan adat, takziah, pesta dan kegiatan
masyarakat lainnya, tolong disampaikan kepada masyarakat tentang pencegahan
kebakaran lahan. Masyarakat harus tahu dan memahami bahayanya,” tegasnya.
Wakil
Bupati juga menekankan bahwa kebakaran lahan tidak hanya berdampak terhadap
lingkungan, tetapi juga mengancam kesehatan masyarakat akibat asap yang
ditimbulkan.
Menurutnya,
kelompok yang paling rentan terhadap dampak asap adalah anak-anak. Karena itu,
pencegahan kebakaran harus dipandang sebagai upaya melindungi kesehatan dan
masa depan generasi Gorontalo Utara.
“Kalau ada
asap akibat kebakaran, penyakit akan lebih banyak, terutama yang berkaitan
dengan paru-paru. Kita sebagai orang dewasa mungkin sudah cukup umur, tetapi
anak-anak dan cucu-cucu kita yang akan merasakan dampaknya,” ungkapnya.
Nurjanah
selanjutnya meminta para kepala desa agar lebih proaktif melakukan pengawasan
terhadap aktivitas pembakaran lahan di wilayah masing-masing.
Jika
ditemukan kebakaran pada lahan masyarakat, pemerintah desa diminta segera
mendatangi pemilik lahan untuk mengetahui penyebabnya, apakah dilakukan dengan
sengaja atau tidak, sekaligus memberikan teguran dan mengambil langkah sesuai
ketentuan maupun kesepakatan yang telah ditetapkan.
“Kepala
desa harus proaktif. Kalau ada lahan yang terbakar, datangi pemiliknya.
Tanyakan kenapa dibakar, apa penyebabnya. Jangan dibiarkan,” katanya.
Ia juga
mendorong adanya penguatan koordinasi antara pemerintah desa, kecamatan, TNI
dan Polri dalam melakukan pencegahan sejak dini.
“Dengan adanya TNI dan kepolisian di sini, mari kita bergandengan tangan bagaimana mencegah kebakaran ini sampai ke akar-akarnya,” ajaknya.
Wakil
Bupati menegaskan, Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara tidak menginginkan Rakor
tersebut berhenti pada pembahasan semata. Seluruh hasil diskusi harus
dituangkan dalam kesepakatan dan notulen yang selanjutnya menjadi bahan tindak
lanjut pemerintah daerah.
“Jangan
rapat hari ini hanya rapat terus-menerus tanpa ada tindak lanjut. Saya berharap
hari ini kita menghasilkan kesepakatan dan notulen yang jelas untuk kita tindak
lanjuti,” tegas Nurjanah.
Ia juga
mengingatkan pentingnya koordinasi berjenjang dalam pemerintahan. Setiap
langkah yang diambil di tingkat kecamatan maupun OPD harus dikomunikasikan dan
dikoordinasikan agar penanganan berjalan terpadu.
“Tidak bisa
berdiri sendiri. Kalau ingin kecamatan ini lebih baik, kita harus
berkoordinasi. Saya sebagai wakil bupati juga tetap berkoordinasi dengan Pak
Bupati. Begitu juga pemerintah desa harus berkoordinasi dengan camat,”
jelasnya.
Nurjanah
berharap rakor tersebut dapat melahirkan langkah nyata untuk menekan angka
kebakaran lahan sekaligus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi kekeringan.
Ia meminta
seluruh pihak menjadikan pencegahan sebagai tanggung jawab bersama, termasuk
hal-hal sederhana yang berpotensi memicu kebakaran seperti puntung rokok yang
dibuang sembarangan.
“Ini
tanggung jawab kita semua. Walaupun berbeda tugas dan kecepatan dalam bekerja,
kita tetap satu sebagai bagian dari Gorontalo Utara. Mari kita bersama-sama
menjaga daerah ini agar tidak ada kebakaran lahan dan dampak kekeringan yang
semakin meluas,” pungkasnya.
Rakor
tersebut kemudian dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Gorontalo Utara
Nurjanah Hasan Yusuf dengan harapan seluruh hasil pembahasan dapat segera
ditindaklanjuti secara konkret oleh perangkat daerah, kecamatan, pemerintah
desa bersama TNI, Polri dan seluruh elemen masyarakat.(Kominfo-Gorut)
