Asisten II Osna Haluti Ikuti Rakor Inflasi, TPID Gorontalo Utara Perkuat Strategi Pengendalian Harga Pangan
Asisten II Osna Haluti Ikuti Rakor Inflasi, TPID Gorontalo Utara Perkuat Strategi Pengendalian Harga Pangan
Asisten
Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Gorontalo Utara, Osna
Haluti, mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah yang
diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia secara daring
melalui Zoom Meeting, Senin (12-10-2026).
Rakor
tersebut dirangkaikan dengan penandatanganan Surat Edaran Bersama Menteri
Pertanian dan Menteri Dalam Negeri tentang Pengelolaan Sarana dan Prasarana
serta Ketenagaan Penyuluhan Pertanian dalam rangka mewujudkan swasembada pangan
berkelanjutan.
Berdasarkan
data IPH Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Gorontalo Utara, menyampaikan bahwa berdasarkan data Indeks
Perkembangan Harga (IPH) minggu kedua Oktober 2026, Kabupaten Gorontalo Utara
mencatat IPH sebesar -0,07. komoditas cabai merah dan beras tercatat
sebagai komoditas yang memberikan andil terhadap perubahan harga, dengan posisi
Kabupaten Gorontalo Utara berada pada peringkat ke-32.
Data
tersebut menjadi salah satu bahan evaluasi bagi TPID untuk terus memperkuat
pemantauan perkembangan harga dan mengambil langkah antisipatif terhadap
potensi gejolak harga kebutuhan pokok di daerah.
Usai
mengikuti rakor yang diselenggarakan Kemendagri RI, kegiatan dilanjutkan dengan
Rapat Koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Gorontalo
Utara yang berlangsung di Ruang Rapat Dinas Komunikasi dan Informatika
Kabupaten Gorontalo Utara.
Rapat TPID
ini dilaksanakan sebagai upaya memperkuat koordinasi lintas perangkat daerah
dalam menjaga stabilitas harga, memastikan ketersediaan pasokan, serta menjamin
kelancaran distribusi barang kebutuhan pokok di wilayah Kabupaten Gorontalo
Utara.
Pembahasan
berfokus pada penguatan sinergi antaranggota TPID melalui kerangka 4K,
yakni Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan
Komunikasi Efektif.
Sejumlah
agenda strategis yang dibahas meliputi tindak lanjut Kerja Sama Antar Daerah
(KAD), pelaksanaan Gerakan Menanam (GAM) untuk komoditas yang rentan memicu
inflasi seperti cabai dan bawang merah, serta penguatan kapasitas kelembagaan
TPID Kabupaten Gorontalo Utara.
Selain itu,
rapat membahas pelaksanaan operasi pasar dan Gerakan Pangan Murah, inspeksi
mendadak (sidak) pasar dan distributor, penguatan pemantauan harga melalui
sistem informasi harga pangan, serta dukungan subsidi transportasi guna
memperlancar distribusi komoditas pangan.
Turut
mendampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Kepala Dinas Ketahanan Pangan
Kabupaten Gorontalo Utara Ajuba Thalib, Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber
Daya Alam Setda Kabupaten Gorontalo Utara Muhammad Fader Zubedi, serta anggota
TPID Kabupaten Gorontalo Utara.
Melalui
koordinasi yang berkelanjutan, Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara berkomitmen
memperkuat langkah pengendalian inflasi melalui sinergi lintas sektor,
penguatan produksi pangan lokal, pemantauan harga secara berkala, dan perbaikan
distribusi. Upaya ini diharapkan dapat menjaga daya beli masyarakat sekaligus
mendukung ketahanan pangan dan stabilitas ekonomi daerah.(Kominfo-Gorut)
