Asisten Perekonomian dan Pembangunan Buka Pembentukan Pokja ProKlim, Dorong Desa Tangguh Hadapi Perubahan Iklim
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Buka Pembentukan Pokja ProKlim, Dorong Desa Tangguh Hadapi Perubahan Iklim
Asisten
Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Gorontalo Utara, Osna
Haluti, mewakili Wakil Bupati Gorontalo Utara membuka kegiatan Pembentukan
Kelompok Kerja (Pokja) Program Kampung Iklim (ProKlim) di Desa Pilot Terpilih
Kabupaten Gorontalo Utara dalam rangka mendukung implementasi Results Based
Payment (RBP) REDD+ Green Climate Fund Output 2 Provinsi Gorontalo, yang dilaksanakan
di Graha Anbril Desa Moluo Kecamatan Kwandang pada Rabu (15/7/2026).
Kegiatan
tersebut dihadiri perwakilan Pemerintah Provinsi Gorontalo, Kepala Dinas
Lingkungan Hidup Kabupaten Gorontalo Utara beserta jajaran, Camat Kwandang, para
kepala desa dan perangkat desa se Kecamatan Kwandang, pendamping Program
Kampung Iklim (ProKlim), serta para peserta dari desa-desa pilot yang menjadi
lokasi pelaksanaan program.
Dalam
sambutan Wakil Bupati yang dibacakan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Osna Haluti
disampaikan bahwa pembentukan Pokja ProKlim merupakan langkah strategis dalam
mendukung implementasi Program Results Based Payment (RBP) REDD+ Green Climate
Fund sebagai bagian dari komitmen Indonesia dalam menurunkan emisi gas rumah
kaca sekaligus meningkatkan ketahanan masyarakat terhadap dampak perubahan
iklim.
Menurutnya,
perubahan iklim bukan lagi menjadi isu masa depan, melainkan tantangan nyata
yang telah dirasakan masyarakat melalui perubahan pola musim, meningkatnya
potensi banjir, kekeringan, abrasi pantai, hingga ancaman terhadap ketahanan
pangan.
"Sebagai
daerah yang memiliki potensi sumber daya alam, kawasan hutan, wilayah pesisir,
dan lahan pertanian, Kabupaten Gorontalo Utara memiliki tanggung jawab
sekaligus peluang besar untuk berkontribusi dalam upaya penurunan emisi gas
rumah kaca melalui pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan," ujar Osna
Haluti.
Ia
menjelaskan, melalui Program Kampung Iklim pemerintah mendorong masyarakat
menjadi pelaku utama dalam aksi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim. Program
tersebut tidak hanya berfokus pada penghijauan, tetapi juga mencakup
pengelolaan sampah berbasis masyarakat, konservasi sumber daya air, pemanfaatan
energi ramah lingkungan, pengendalian kebakaran lahan, penguatan ketahanan
pangan, perlindungan keanekaragaman hayati, hingga pemberdayaan ekonomi
masyarakat yang berwawasan lingkungan.
Osna
menegaskan bahwa Kelompok Kerja (Pokja) ProKlim memiliki peran penting sebagai
motor penggerak seluruh kegiatan di tingkat desa. Oleh karena itu, Pokja
diharapkan mampu menyusun rencana kerja sesuai potensi desa, mengoordinasikan
kegiatan adaptasi dan mitigasi perubahan iklim, menggerakkan partisipasi
masyarakat, mendokumentasikan seluruh aksi sebagai bahan evaluasi, serta
membangun kemitraan dengan berbagai pihak guna mendukung keberlanjutan program.
Lebih lanjut, Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara mengajak seluruh perangkat daerah, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dunia usaha, akademisi, organisasi masyarakat, dan seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan Program Kampung Iklim sebagai gerakan bersama dalam mewujudkan pembangunan rendah karbon yang berkelanjutan.
Pada
kesempatan tersebut juga disampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi
Gorontalo, Kementerian Lingkungan Hidup, para pendamping, dan seluruh pihak
yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan sehingga sinergi dalam penguatan aksi
perubahan iklim di Kabupaten Gorontalo Utara dapat terus ditingkatkan.
Mengakhiri
sambutan, Osna Haluti secara resmi membuka kegiatan Pembentukan Kelompok Kerja
(Pokja) Program Kampung Iklim (ProKlim) di Desa Pilot Terpilih Kabupaten
Gorontalo Utara seraya mengajak seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan
sungguh-sungguh agar mampu melahirkan Pokja yang aktif, mandiri, dan menjadi
contoh bagi desa-desa lainnya.
"Let's
Act Now for Climate – Saatnya Bekerja untuk Iklim," tutupnya. (Kominfo-Gorut)
