info@gorutkab.go.id +6285240046579

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Buka Pembentukan Pokja ProKlim, Dorong Desa Tangguh Hadapi Perubahan Iklim

  • Novita Antula
  • Disukai 0
  • Dibaca 116 Kali
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Buka Pembentukan Pokja ProKlim, Dorong Desa Tangguh Hadapi Perubahan Iklim

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Gorontalo Utara, Osna Haluti, mewakili Wakil Bupati Gorontalo Utara membuka kegiatan Pembentukan Kelompok Kerja (Pokja) Program Kampung Iklim (ProKlim) di Desa Pilot Terpilih Kabupaten Gorontalo Utara dalam rangka mendukung implementasi Results Based Payment (RBP) REDD+ Green Climate Fund Output 2 Provinsi Gorontalo, yang dilaksanakan di Graha Anbril Desa Moluo Kecamatan Kwandang pada Rabu (15/7/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan Pemerintah Provinsi Gorontalo, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gorontalo Utara beserta jajaran, Camat Kwandang, para kepala desa dan perangkat desa se Kecamatan Kwandang, pendamping Program Kampung Iklim (ProKlim), serta para peserta dari desa-desa pilot yang menjadi lokasi pelaksanaan program.

Dalam sambutan Wakil Bupati yang dibacakan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Osna Haluti disampaikan bahwa pembentukan Pokja ProKlim merupakan langkah strategis dalam mendukung implementasi Program Results Based Payment (RBP) REDD+ Green Climate Fund sebagai bagian dari komitmen Indonesia dalam menurunkan emisi gas rumah kaca sekaligus meningkatkan ketahanan masyarakat terhadap dampak perubahan iklim.

Menurutnya, perubahan iklim bukan lagi menjadi isu masa depan, melainkan tantangan nyata yang telah dirasakan masyarakat melalui perubahan pola musim, meningkatnya potensi banjir, kekeringan, abrasi pantai, hingga ancaman terhadap ketahanan pangan.

"Sebagai daerah yang memiliki potensi sumber daya alam, kawasan hutan, wilayah pesisir, dan lahan pertanian, Kabupaten Gorontalo Utara memiliki tanggung jawab sekaligus peluang besar untuk berkontribusi dalam upaya penurunan emisi gas rumah kaca melalui pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan," ujar Osna Haluti.

Ia menjelaskan, melalui Program Kampung Iklim pemerintah mendorong masyarakat menjadi pelaku utama dalam aksi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim. Program tersebut tidak hanya berfokus pada penghijauan, tetapi juga mencakup pengelolaan sampah berbasis masyarakat, konservasi sumber daya air, pemanfaatan energi ramah lingkungan, pengendalian kebakaran lahan, penguatan ketahanan pangan, perlindungan keanekaragaman hayati, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat yang berwawasan lingkungan.

Osna menegaskan bahwa Kelompok Kerja (Pokja) ProKlim memiliki peran penting sebagai motor penggerak seluruh kegiatan di tingkat desa. Oleh karena itu, Pokja diharapkan mampu menyusun rencana kerja sesuai potensi desa, mengoordinasikan kegiatan adaptasi dan mitigasi perubahan iklim, menggerakkan partisipasi masyarakat, mendokumentasikan seluruh aksi sebagai bahan evaluasi, serta membangun kemitraan dengan berbagai pihak guna mendukung keberlanjutan program.

Lebih lanjut, Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara mengajak seluruh perangkat daerah, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dunia usaha, akademisi, organisasi masyarakat, dan seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan Program Kampung Iklim sebagai gerakan bersama dalam mewujudkan pembangunan rendah karbon yang berkelanjutan.


Pada kesempatan tersebut juga disampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Gorontalo, Kementerian Lingkungan Hidup, para pendamping, dan seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan sehingga sinergi dalam penguatan aksi perubahan iklim di Kabupaten Gorontalo Utara dapat terus ditingkatkan.

Mengakhiri sambutan, Osna Haluti secara resmi membuka kegiatan Pembentukan Kelompok Kerja (Pokja) Program Kampung Iklim (ProKlim) di Desa Pilot Terpilih Kabupaten Gorontalo Utara seraya mengajak seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh agar mampu melahirkan Pokja yang aktif, mandiri, dan menjadi contoh bagi desa-desa lainnya.

"Let's Act Now for Climate – Saatnya Bekerja untuk Iklim," tutupnya. (Kominfo-Gorut)