info@gorutkab.go.id +6285240046579

Bupati Thariq Modanggu Buka Festival Tunas Bahasa Ibu, Dorong Bahasa Gorontalo Jadi Identitas dan Kebanggaan Generasi Muda

  • Novita Antula
  • Disukai 0
  • Dibaca 76 Kali
Bupati Thariq Modanggu Buka Festival Tunas Bahasa Ibu, Dorong Bahasa Gorontalo Jadi Identitas dan Kebanggaan Generasi Muda

Bupati Gorontalo Utara, Thariq Modanggu, secara resmi membuka kegiatan Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tingkat Kabupaten Gorontalo Utara Tahun 2026, yang mengusung tema “Suara Tunas Bahasa Ibu dalam Pendidikan Multibahasa”, di Aula SMP Negeri 1 Kwandang, Rabu (21-10-2026).

Festival ini menjadi salah satu upaya strategis untuk menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap bahasa daerah sekaligus memperkuat pelestarian bahasa Gorontalo di tengah perkembangan zaman dan pengaruh globalisasi.

Kegiatan tersebut dihadiri Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Yusuf Abdullah Hasan, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Gorontalo Utara Irwan A. Usman, Kepala Dinas Pendidikan Gorontalo Utara Abdul Wahab Paudi beserta jajaran kepala bidang, perwakilan Kantor Bahasa Provinsi Gorontalo, para kepala sekolah, guru pendamping, serta peserta didik dari berbagai satuan Pendidikan se Kabupaten Gorontalo Utara.

Dalam laporan panitia yang disampaikan Kepala Seksi Kurikulum Dinas Pendidikan Gorontalo Utara, Yunan Polapa, dijelaskan bahwa Festival Tunas Bahasa Ibu merupakan bagian dari upaya revitalisasi bahasa daerah yang didukung Kantor Bahasa Provinsi Gorontalo, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Program ini bertujuan menjaga keberlangsungan bahasa dan sastra daerah sekaligus meningkatkan jumlah serta kualitas penutur bahasa daerah, khususnya di kalangan generasi muda.

Menurut panitia, berkurangnya minat generasi muda dalam mempelajari dan menggunakan bahasa daerah menjadi tantangan yang perlu mendapatkan perhatian bersama. Karena itu, diperlukan ruang apresiasi yang mendorong anak-anak untuk terus mempelajari, menggunakan, dan mengembangkan bahasa daerah sebagai warisan budaya.

Festival Tunas Bahasa Ibu tingkat Kabupaten Gorontalo Utara Tahun 2026 diikuti 106 peserta dari jenjang sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) yang berasal dari 11 kecamatan. Para peserta merupakan hasil seleksi tingkat kecamatan, dengan cabang lomba yang meliputi pidato berbahasa Gorontalo, menulis cerpen berbahasa Gorontalo, mendongeng, serta berbagai bentuk ekspresi sastra daerah lainnya.

Dalam sambutannya, Bupati Thariq Modanggu menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pendidikan, Kantor Bahasa Provinsi Gorontalo, para kepala sekolah, guru pendamping, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi menyelenggarakan festival tersebut.

Bupati menegaskan bahwa bahasa daerah tidak boleh dipandang sebagai sesuatu yang ketinggalan zaman atau dianggap kurang bergengsi dibandingkan bahasa lain. Sebaliknya, bahasa daerah merupakan bagian penting dari identitas, kebudayaan, dan jati diri masyarakat Gorontalo.

“Bahasa Gorontalo harus kita hidupkan kembali. Penggunaannya dalam aktivitas rumah tangga, sekolah, dan pemerintahan sangat penting agar bahasa daerah tetap diwariskan kepada generasi berikutnya,” tegas Bupati Thariq.

Sebagai langkah konkret memperkuat penggunaan bahasa, Bupati mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara tengah menyiapkan instruksi bupati mengenai penggunaan bahasa daerah dan bahasa asing pada setiap hari Kamis, yang direncanakan mulai diterapkan pada pekan berikutnya.

Melalui kebijakan tersebut, penggunaan bahasa Gorontalo, bahasa Inggris, dan bahasa Arab dan bahasa Atinggola diharapkan semakin berkembang dalam komunikasi di lingkungan pemerintahan, sekolah, kecamatan, hingga desa.

Bupati juga menekankan bahwa pelestarian bahasa daerah harus dilakukan melalui pendekatan yang terencana, berkelanjutan, dan terintegrasi dengan program pembangunan daerah. Menurutnya, bahasa bukan sekadar alat komunikasi, tetapi juga menyimpan nilai budaya, pengetahuan, sejarah, serta kearifan lokal masyarakat.


Bupati Thariq turut menyampaikan rencana Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara untuk memperkuat aspek kebudayaan dalam struktur dan program pembangunan daerah. Mulai Januari 2027, pemerintah daerah merencanakan penguatan bidang kebudayaan pada sektor pendidikan agar upaya pelestarian bahasa dan budaya dapat berjalan lebih terarah.

Kepada para peserta, Thariq berpesan agar festival ini tidak hanya dipandang sebagai ajang perlombaan untuk memperoleh juara, tetapi juga sebagai kesempatan membangun kepercayaan diri, mengembangkan kemampuan, serta menumbuhkan kebanggaan terhadap bahasa daerah.

Ia juga meminta panitia dan tim juri melaksanakan penilaian secara objektif, profesional, dan berdasarkan kriteria yang jelas. Menurutnya, penilaian yang adil merupakan bagian penting dalam menjaga kualitas kompetisi sekaligus memberikan penghargaan yang layak kepada para peserta.

Bupati selanjutnya mendorong agar peserta yang meraih prestasi dapat diberi ruang untuk menjadi duta bahasa dan budaya daerah. Para pemenang diharapkan tidak berhenti setelah festival berakhir, melainkan terus dilibatkan dalam berbagai kegiatan pendidikan, kebudayaan, dan promosi bahasa daerah, termasuk melalui media sosial.

Bupati Thariq juga mengajak para orang tua dan guru untuk mengambil peran aktif dalam membiasakan penggunaan bahasa daerah di lingkungan keluarga maupun sekolah. Dukungan orang tua dinilai penting agar kecintaan anak terhadap bahasa dan budaya tidak hanya tumbuh ketika mengikuti perlombaan, tetapi menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

Sementara itu, pelaksanaan Festival Tunas Bahasa Ibu dijadwalkan berlangsung selama dua hari, Rabu hingga Kamis, 21–22 Oktober 2026. Kegiatan ini diharapkan menjadi wadah pembinaan bagi para tunas muda sekaligus memperkuat sinergi pemerintah daerah dan Kantor Bahasa Provinsi Gorontalo dalam menjaga keberlanjutan bahasa daerah.

Menutup sambutannya, Bupati Thariq Modanggu secara resmi menyatakan Festival Tunas Bahasa Ibu tingkat Kabupaten Gorontalo Utara Tahun 2026 dibuka. Ia berharap kegiatan tersebut melahirkan generasi muda yang mampu berprestasi, mencintai bahasa daerah, dan menjadi penerus pelestarian budaya Gorontalo.

Melalui festival ini, Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara menegaskan komitmennya bahwa pelestarian bahasa daerah bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau sekolah, melainkan gerakan bersama yang harus dimulai dari keluarga, diperkuat melalui pendidikan, dan diwujudkan dalam kehidupan masyarakat.(Kominfo-Gorut)