Bupati Thariq Modanggu: Ketahanan Keluarga Kunci Mewujudkan SDM Unggul Menuju Indonesia Emas 2045
Bupati Thariq Modanggu: Ketahanan Keluarga Kunci Mewujudkan SDM Unggul Menuju Indonesia Emas 2045
Bupati
Gorontalo Utara, Thariq Modanggu, bertindak sebagai Inspektur Upacara pada
peringatan Hari Keluarga Nasional (HARGANAS) ke-33 Tingkat Kabupaten Gorontalo
Utara. Upacara berlangsung khidmat dan diikuti oleh unsur Forkopimda, pimpinan
OPD, Camat Se Kabupaten Gorontalo Utara, ASN PNS / P3K), para Kepala Desa, para
Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana, para Murid Sekolah Lansia, serta peserta
upacara lainnya. kegiatan ini berlangsung di halaman Kantor Bupati Gorontalo
Utara, pada hari Selasa (07-07-2026)
Dalam
amanatnya, Bupati Thariq Modanggu mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan
keluarga sebagai fondasi utama dalam menghadapi berbagai tantangan global yang
ditandai dengan perubahan yang sangat cepat, perkembangan teknologi digital,
serta pergeseran nilai-nilai sosial yang semakin kompleks.
Menurut
Bupati, keluarga yang tangguh merupakan syarat mutlak dalam mencetak sumber
daya manusia berkualitas sekaligus menjadi penentu keberhasilan Indonesia
memanfaatkan bonus demografi menuju Indonesia Emas 2045.
"Kita
harus bertanya kepada diri sendiri, sudahkah keluarga kita menjadi tempat
terbaik bagi tumbuh kembang generasi penerus? Ketangguhan keluarga bukan lagi
sebuah pilihan, tetapi menjadi kebutuhan yang sangat mendesak," tegasnya.
Bupati menjelaskan bahwa terdapat tiga pilar utama yang harus diperkuat dalam pembangunan keluarga. Pertama, meningkatkan kesehatan keluarga melalui percepatan penurunan stunting, Kedua, membangun pendidikan karakter dengan menjadikan rumah sebagai tempat pertama menanamkan nilai kejujuran, disiplin, tanggung jawab, dan integritas. Ketiga, memperkuat ketahanan mental anak agar mampu menghadapi berbagai tekanan dan tantangan kehidupan.
Pada
kesempatan tersebut, Bupati juga menyampaikan pesan khusus kepada para ayah
agar lebih aktif dalam pengasuhan anak. Menurutnya, kehadiran seorang ayah
tidak hanya secara fisik, tetapi juga secara emosional sangat menentukan pembentukan
karakter dan kepribadian anak.
Ia
mengingatkan agar para orang tua tidak membiarkan gawai mengambil alih peran
keluarga. Orang tua diharapkan membangun komunikasi yang hangat dengan anak,
membatasi penggunaan gawai secara bijak, serta menjadikan rumah sebagai tempat
yang aman, nyaman, dan penuh kasih sayang.
Lebih lanjut, Bupati menilai berbagai persoalan sosial seperti perundungan, tawuran pelajar, pergaulan bebas, hingga penyalahgunaan narkoba merupakan alarm bahwa fungsi keluarga harus terus diperkuat.
"Keluarga
adalah benteng pertama dalam melindungi anak-anak dari berbagai ancaman sosial.
Jadikan rumah sebagai tempat yang paling dirindukan sehingga anak-anak selalu
kembali kepada nilai-nilai kebaikan," ujarnya.
Menutup
amanatnya, Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat peran
keluarga sebagai fondasi pembangunan daerah dan bangsa. Menurutnya, pembangunan
infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi tidak akan berarti tanpa didukung oleh
sumber daya manusia yang sehat, cerdas, berkarakter, dan berakhlak mulia.
Bupati juga
mengucapkan Selamat Hari Keluarga Nasional ke-33 seraya mengajak seluruh
masyarakat untuk terus mencintai keluarga melalui pengasuhan yang berkualitas
demi mewujudkan keluarga Indonesia yang sehat, harmonis, dan tangguh sebagai
pondasi lahirnya SDM unggul menuju Indonesia Emas 2045. (Kominfo-Gorut)
