info@gorutkab.go.id +6285240046579

Bupati Thariq Modanggu Luncurkan “JEMPUT TAKDIR” Dekatkan Perpustakaan dan Ilmu Pengetahuan kepada Masyarakat

  • Novita Antula
  • Disukai 0
  • Dibaca 117 Kali
Bupati Thariq Modanggu Luncurkan “JEMPUT TAKDIR” Dekatkan Perpustakaan dan Ilmu Pengetahuan kepada Masyarakat

Bupati Gorontalo Utara, Thariq Modanggu, menghadiri sekaligus membuka kegiatan Sosialisasi dan Advokasi Akreditasi Perpustakaan yang dirangkaikan dengan peluncuran inovasi daerah “JEMPUT TAKDIR” (Jembatan Perpustakaan Dekatkan Ilmu kepada Masyarakat), di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Gorontalo Utara. Selasa (13-10-2026)

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Gorontalo Utara, Tamrin Sirajudin, dalam laporannya menyampaikan bahwa perpustakaan merupakan instrumen strategis dalam pembangunan sumber daya manusia, peningkatan kualitas pendidikan, pembudayaan membaca, dan pemberdayaan masyarakat.

Ia menjelaskan, peluncuran “JEMPUT TAKDIR” dipadukan dengan sosialisasi dan advokasi akreditasi perpustakaan untuk memperkuat pemahaman serta komitmen para pengelola perpustakaan terhadap pentingnya standar mutu layanan.

Kadis Tamrin mengungkapkan bahwa persiapan inovasi telah mencakup penyusunan konsep dan standar operasional prosedur (SOP). Penyempurnaan rencana program dan kegiatan juga terus dilakukan, disertai koordinasi dengan perangkat daerah terkait untuk mendukung penguatan kelembagaan dan pelaksanaannya.

Menurutnya, inovasi tersebut diharapkan mampu mengubah perpustakaan daerah menjadi pusat pembelajaran, kolaborasi, pemberdayaan masyarakat, dan pelestarian budaya, bukan semata-mata tempat penyimpanan koleksi buku.

Inovasi “JEMPUT TAKDIR” dirancang untuk memperluas jangkauan layanan perpustakaan agar tidak hanya terpusat di gedung perpustakaan, tetapi hadir lebih dekat dengan masyarakat melalui berbagai kegiatan literasi yang edukatif, kolaboratif, inklusif, dan berkelanjutan.

Dalam sambutannya, Bupati Thariq Modanggu menegaskan bahwa perpustakaan dan budaya membaca memiliki peran penting dalam membangun kualitas sumber daya manusia. Menurutnya, membaca bukan sekadar aktivitas memperoleh informasi, melainkan fondasi untuk memperluas wawasan, memperkaya kosakata, membangun cara berpikir, serta meningkatkan kemampuan seseorang dalam menyelesaikan berbagai persoalan.

Bupati mengingatkan bahwa pentingnya membaca telah ditegaskan dalam ajaran Islam melalui wahyu pertama, yakni Iqra atau perintah membaca. Semangat tersebut, menurutnya, harus menjadi inspirasi bagi seluruh elemen masyarakat untuk terus belajar dan mengembangkan pengetahuan.

“Perpustakaan tidak boleh dianggap sebagai fasilitas nomor dua. Buku dan kegiatan membaca harus menjadi bagian penting dalam pembangunan daerah karena kemajuan hanya dapat dicapai melalui ilmu pengetahuan,” tegasnya.

Thariq menjelaskan, gagasan “JEMPUT TAKDIR” berangkat dari pemikirannya tentang perlunya menghidupkan perpustakaan sebagai pusat aktivitas masyarakat. Perpustakaan tidak cukup hanya memiliki gedung dan koleksi buku, tetapi harus mampu menghadirkan kegiatan yang mendorong masyarakat untuk datang, membaca, berdiskusi, belajar, dan mengembangkan gagasan.


Melalui inovasi ini, Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara ingin membangun jembatan yang menghubungkan sumber pengetahuan dengan kebutuhan masyarakat. Layanan perpustakaan diharapkan dapat menjangkau sekolah, desa, komunitas, kelompok perempuan, pelajar, mahasiswa, pelaku UMKM, petani, nelayan, lanjut usia, serta kelompok masyarakat lainnya.

Bupati juga mendorong pemanfaatan teknologi digital sebagai sarana pendukung pengembangan literasi. Namun, kemudahan teknologi harus diimbangi dengan kebiasaan membaca, kemampuan memahami informasi, serta kemauan untuk menghasilkan karya dan gagasan yang bermanfaat.

Ia menekankan bahwa kemampuan literasi sangat dibutuhkan oleh semua kalangan, termasuk guru, kepala sekolah, kepala desa, aparatur sipil negara, dan para pemangku kepentingan lainnya. Dengan wawasan yang luas dan kemampuan komunikasi yang baik, pelayanan publik dan proses pendidikan diharapkan dapat berjalan lebih efektif dan humanis.

“Jangan berhenti belajar selama masih ada kesempatan. Pengetahuan harus terus ditambah, kemudian dibagikan kembali kepada masyarakat agar manfaatnya dirasakan bersama,” pesan Bupati Thariq.

Bupati selanjutnya meminta Dinas Perpustakaan dan Kearsipan untuk memastikan “JEMPUT TAKDIR” tidak berhenti sebagai nama atau kegiatan seremonial. Inovasi tersebut harus diwujudkan melalui program yang terjadwal, memiliki tim pelaksana yang jelas, melibatkan lintas perangkat daerah, serta membuka ruang partisipasi masyarakat.

Sejumlah bentuk kegiatan yang didorong dalam inovasi ini antara lain layanan buku berjalan, perpustakaan menyapa, diskusi buku rutin, pojok baca desa, layanan literasi inklusif, pemanfaatan teknologi digital, serta podcast literasi. Kegiatan juga direncanakan dapat dilaksanakan di ruang publik, termasuk Taman Rakyat, dengan melibatkan perangkat daerah, sekolah, komunitas, dan perguruan tinggi.

Bupati Thariq turut mendorong agar kegiatan literasi dikembangkan secara tematik dengan melibatkan perangkat daerah sesuai bidang tugas masing-masing. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya memperoleh pengetahuan dari buku, tetapi juga dapat berdiskusi langsung mengenai pertanian, perikanan, lingkungan, pendidikan, ekonomi, dan berbagai persoalan pembangunan daerah.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Thariq juga menekankan pentingnya akreditasi perpustakaan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pengelolaan dan pelayanan. Ia berharap pendampingan dapat dilakukan terhadap perpustakaan daerah, perpustakaan sekolah, dan perpustakaan desa agar memenuhi standar serta mampu memberikan layanan yang lebih baik.

Menurutnya, inovasi tersebut diharapkan mampu mengubah perpustakaan daerah menjadi pusat pembelajaran, kolaborasi, pemberdayaan masyarakat, dan pelestarian budaya, bukan semata-mata tempat penyimpanan koleksi buku.

Melalui peluncuran “JEMPUT TAKDIR” dan penguatan akreditasi perpustakaan, Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara mendorong terbangunnya ekosistem literasi yang lebih luas dan merata. Upaya ini diharapkan dapat menumbuhkan budaya membaca, memperkuat kualitas sumber daya manusia, serta mendukung terwujudnya Gorontalo Utara yang maju dan sejahtera.


Di akhir sambutannya, Bupati Thariq Modanggu secara resmi meluncurkan inovasi daerah “JEMPUT TAKDIR” dengan harapan agar perpustakaan benar-benar menjadi jembatan yang mendekatkan ilmu pengetahuan kepada masyarakat dan menghadirkan manfaat nyata bagi pembangunan daerah.(Kominfo-Gorut)