info@gorutkab.go.id +6285240046579

Saritilawah Bahasa Gorontalo, Bupati Thariq Modanggu Belajar dari Siswa TK IDHATA Kwandang

  • Novita Antula
  • Disukai 3
  • Dibaca 130 Kali
Saritilawah Bahasa Gorontalo, Bupati Thariq Modanggu Belajar dari Siswa TK IDHATA Kwandang

Sebuah penampilan istimewa ditampilkan oleh siswa-siswi TK Negeri IDHATA Kwandang pada kegiatan penamatan Tahun Pelajaran 2025-2026. Setelah pembacaan ayat suci Al-Qur’an, siswi melanjutkan dengan pembacaan terjemahan ayat menggunakan bahasa daerah Gorontalo yang menjadi perhatian dan apresiasi dari Bupati Gorontalo Utara Thariq Modanggu. Kegiatan ini berlagsung di TK Negeri IDHATA Kwandang.

Bupati Thariq Modanggu mengaku kagum dan memberikan apresiasi terhadap kreativitas serta upaya pelestarian bahasa daerah yang ditampilkan oleh anak-anak TK IDHATA Kwandang. Menurutnya, pembacaan sari tilawah dengan menggunakan bahasa Gorontalo merupakan hal yang luar biasa dan menjadi pembelajaran berharga baginya.

“Baru kali ini saya mendengar setelah pembacaan Al-Qur’an dilanjutkan dengan terjemahan menggunakan bahasa daerah Gorontalo. Ini merupakan sesuatu yang sangat baik, bahkan hari ini saya belajar dari anak-anak TK IDHATA Kwandang,” ujar Bupati.

Bupati menyampaikan bahwa penggunaan bahasa daerah dalam kegiatan keagamaan dan pendidikan merupakan bagian dari menjaga nilai budaya serta memperkuat karakter generasi muda Gorontalo Utara.


Atas penampilan tersebut, Bupati Thariq menginstruksikan agar pembacaan Al-Qur’an dalam berbagai kegiatan dapat dilanjutkan dengan terjemahan menggunakan bahasa daerah Gorontalo sebagai bentuk penghargaan terhadap kearifan lokal.

“Saya instruksikan agar setelah pembacaan Al-Qur’an, terjemahannya dapat menggunakan bahasa daerah Gorontalo. Ini penting agar nilai-nilai Al-Qur’an dapat lebih dekat dan mudah dipahami oleh masyarakat,” tegasnya.

Menurut Bupati, langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya melestarikan bahasa Gorontalo sejak usia dini. Ia berharap apa yang ditampilkan oleh anak-anak TK Negeri IDHATA Kwandang dapat menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lain di Kabupaten Gorontalo Utara.

Kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa pendidikan anak usia dini tidak hanya membangun kemampuan akademik, tetapi juga menanamkan nilai agama, budaya, dan kecintaan terhadap daerah sejak dini. (Kominfo-Gorut)