Sidak Pasar Moluo, Sekda Gorontalo Utara Suleman Lakoro Pantau Harga Sembako, Cabai Rawit Mulai Turun
Sidak Pasar Moluo, Sekda Gorontalo Utara Suleman Lakoro Pantau Harga Sembako, Cabai Rawit Mulai Turun
Sekretaris
Daerah Kabupaten Gorontalo Utara, Suleman Lakoro, didampingi Asisten
Perekonomian dan Pembangunan Setda Osna Haluti, Inspektur Daerah, Azhar Hasana
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Ajuba Thalib, Kepala Dinas Tanaman Pangan,
Hortikultura dan Perkebunan Asri Menu, serta Sekretaris Dinas Perindustrian,
Perdagangan dan Koperasi Wisdawaty Pakaya, melaksanakan inspeksi mendadak
(sidak) pasar di Pasar Moluo, Kecamatan Kwandang. Kamis (15-10-2026)
Sidak
tersebut dilakukan untuk memantau perkembangan harga kebutuhan pokok masyarakat
sekaligus memastikan kondisi harga dan ketersediaan bahan pangan di tengah
musim kemarau berkepanjangan yang melanda wilayah Gorontalo.
Usai
peninjauan, Sekda Suleman Lakoro menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan
bagian dari langkah Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara dalam menyikapi
kenaikan harga sejumlah komoditas pangan. Pemantauan ini juga merupakan tindak
lanjut dari rapat koordinasi secara daring bersama Menteri Dalam Negeri yang
membahas strategi pengendalian harga dan inflasi di daerah.
“Pagi tadi,
setelah selesai apel di kantor, kami langsung menuju Pasar Moluo untuk
melakukan pemantauan harga bahan pangan yang dijual kepada masyarakat. Ini kami
lakukan karena musim kemarau di Gorontalo sudah berlangsung sekitar lima bulan
dan kondisi tersebut berpotensi memengaruhi harga kebutuhan pokok,” ujar
Suleman.
Berdasarkan
hasil pemantauan di lapangan, sejumlah komoditas yang menjadi perhatian
pemerintah daerah meliputi cabai rawit, beras, bawang, daging sapi, dan ayam
potong.
Untuk cabai rawit, Sekda mengungkapkan bahwa harga di tingkat pedagang masih bervariasi, yakni berkisar Rp120.000 hingga Rp140.000 per kilogram. Perbedaan harga tersebut dipengaruhi oleh asal pasokan dan kondisi komoditas yang dijual. Cabai yang dipasarkan di Pasar Moluo diketahui berasal dari sejumlah daerah, antara lain Sulawesi Tengah, Makassar, Enrekang, dan Pulau Jawa.
Menurutnya, cabai rawit yang berasal dari Sulawesi Tengah dijual dengan harga relatif lebih rendah, yakni sekitar Rp120.000 per kilogram. Harga ini menunjukkan penurunan dibandingkan hari-hari sebelumnya, ketika harga cabai sempat berada pada kisaran Rp150.000 hingga Rp160.000 per kilogram.
“Alhamdulillah,
harga cabai rawit berangsur-angsur mulai turun. Sebelumnya berada di kisaran
Rp160.000, kemudian Rp150.000, dan hari ini sudah ada pedagang yang menjual
dengan harga Rp120.000 per kilogram. Ini menjadi salah satu perkembangan yang
kami pantau secara langsung di pasar,” jelasnya.
Sementara
itu, untuk komoditas beras premium, harga yang ditemukan di pasar berkisar
Rp15.000 hingga Rp16.000 per kilogram. Pasokan beras yang dijual pedagang
sebagian besar berasal dari Sulawesi Tengah.
Adapun
harga bawang masih berada pada kisaran Rp35.000 hingga Rp40.000 per kilogram,
bergantung pada kualitasnya. Untuk daging sapi, harga tercatat sekitar
Rp150.000 per kilogram, sedangkan ayam potong dijual dengan harga bervariasi
antara Rp60.000 hingga Rp70.000 per kilogram.
Sekda Suleman
menegaskan, pemantauan langsung di pasar menjadi salah satu upaya pemerintah
daerah untuk memperoleh gambaran nyata mengenai perkembangan harga komoditas
pangan, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan langkah strategis pengendalian
inflasi.
Ia juga
menyampaikan harapan agar kondisi cuaca segera membaik setelah hujan mulai
turun pada malam sebelumnya, meskipun intensitasnya belum deras.
“Alhamdulillah,
semalam sudah mulai turun hujan walaupun belum deras. Insyaallah, mudah-mudahan
ini menjadi tanda bahwa musim kemarau segera berakhir sehingga kondisi
pertanian dan pasokan bahan pangan dapat berangsur membaik,” tuturnya.
Pemerintah
Kabupaten Gorontalo Utara akan terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan
harga kebutuhan pokok sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas harga,
mengendalikan inflasi daerah, serta melindungi daya beli masyarakat.(Kominfo-Gorut)
