info@gorutkab.go.id +6285240046579

Wabup Gorontalo Utara, Nurjanah Hasan Yusuf Ikuti Rakor Pengendalian Inflasi, IPH Minggu I Juli 2026 Alami Deflasi

  • Novita Antula
  • Disukai 0
  • Dibaca 153 Kali
Wabup Gorontalo Utara, Nurjanah Hasan Yusuf Ikuti Rakor Pengendalian Inflasi, IPH Minggu I Juli 2026 Alami Deflasi

Wakil Bupati Gorontalo Utara, Nurjanah Hasan Yusuf, menghadiri Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Minggu I Bulan Juli 2026 yang dirangkaikan dengan evaluasi dukungan pemerintah daerah dalam Program 3 Juta Rumah. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia tersebut dilaksanakan secara virtual melalui Zoom Meeting dan diikuti dari Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Gorontalo Utara, pada hari Senin (06-07-2026).

Dalam kegiatan tersebut, Wakil Bupati didampingi Sekretaris Daerah, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Gorontalo Utara, Inspektur Daerah, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan, Kepala Bagian Porkopim Setda Kabupaten Gorontalo Utara, serta perwakilan organisasi perangkat daerah terkait.

Rapat koordinasi dipimpin oleh Kementerian Dalam Negeri sebagai forum evaluasi perkembangan inflasi nasional sekaligus memperkuat sinergi pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok masyarakat. Pada kesempatan yang sama juga dilakukan evaluasi dukungan pemerintah daerah terhadap percepatan pelaksanaan Program 3 Juta Rumah.

Berdasarkan informasi dari Kepala Badan Pusat Statistik Kabupaten Gorontalo Utara, Defit Rusdianto, Indeks Perkembangan Harga (IPH) Kabupaten Gorontalo Utara pada Minggu I Juli 2026 mengalami deflasi sebesar -2,58 berada pada peringkat ke-61 secara nasional. Kondisi tersebut menunjukkan perbaikan dibandingkan pada Juni 2026, saat Kabupaten Gorontalo Utara mencatat inflasi sebesar 5,75 dan berada pada peringkat ke-12.

Defit menjelaskan, terjadinya deflasi pada awal Juli dipengaruhi oleh mulai turunnya harga sejumlah komoditas pangan, terutama cabai rawit, cabai merah, dan bawang merah. Namun demikian, harga bawang putih masih berada di atas harga normal sehingga tetap menjadi komoditas yang perlu mendapat perhatian.


"Pada Minggu I Juli 2026, Kabupaten Gorontalo Utara mengalami deflasi dengan IPH sebesar -2,58 atau berada pada peringkat ke-61. Penurunan ini dipengaruhi oleh turunnya harga cabai rawit, cabai merah, dan bawang merah. Sementara itu, harga bawang putih masih relatif tinggi sehingga tetap perlu diantisipasi," ujar Defit Rusdianto.

Menanggapi perkembangan tersebut, Wakil Bupati Nurjanah Hasan Yusuf menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara akan terus memperkuat koordinasi lintas sektor untuk menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan bahan pangan di tengah masyarakat.

"Alhamdulillah, kondisi IPH Kabupaten Gorontalo Utara pada minggu pertama Juli menunjukkan perbaikan dengan terjadinya deflasi. Namun, kita tidak boleh lengah. Seluruh perangkat daerah harus terus bersinergi melakukan pemantauan harga, menjaga kelancaran distribusi, serta memastikan pasokan kebutuhan pokok masyarakat tetap aman, terutama terhadap komoditas yang masih mengalami kenaikan harga seperti bawang putih," ujar Wakil Bupati.

Ia juga menegaskan bahwa arahan pemerintah pusat dalam pengendalian inflasi akan terus menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara sebagai bagian dari upaya menjaga daya beli masyarakat dan mendukung stabilitas perekonomian daerah.

Melalui rapat koordinasi ini, Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara berkomitmen terus memperkuat langkah-langkah pengendalian inflasi, meningkatkan koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan, serta mendukung berbagai program strategis pemerintah pusat demi terwujudnya kesejahteraan masyarakat. (Kominfo-Gorut)