Wabup Gorontalo Utara, Nurjanah Hasan Yusuf Ikuti Rakor Pengendalian Inflasi, IPH Minggu I Juli 2026 Alami Deflasi
Wabup Gorontalo Utara, Nurjanah Hasan Yusuf Ikuti Rakor Pengendalian Inflasi, IPH Minggu I Juli 2026 Alami Deflasi
Wakil
Bupati Gorontalo Utara, Nurjanah Hasan Yusuf, menghadiri Rapat
Koordinasi Pengendalian Inflasi Minggu I Bulan Juli 2026 yang dirangkaikan
dengan evaluasi dukungan pemerintah daerah dalam Program 3 Juta Rumah. Kegiatan
yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia tersebut
dilaksanakan secara virtual melalui Zoom Meeting dan diikuti dari Dinas
Komunikasi dan Informatika Kabupaten Gorontalo Utara, pada hari Senin
(06-07-2026).
Dalam
kegiatan tersebut, Wakil Bupati didampingi Sekretaris Daerah, Asisten
Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Gorontalo Utara, Inspektur Daerah,
Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan, Kepala Bagian
Porkopim Setda Kabupaten Gorontalo Utara, serta perwakilan organisasi perangkat
daerah terkait.
Rapat
koordinasi dipimpin oleh Kementerian Dalam Negeri sebagai forum evaluasi
perkembangan inflasi nasional sekaligus memperkuat sinergi pemerintah pusat dan
pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok masyarakat.
Pada kesempatan yang sama juga dilakukan evaluasi dukungan pemerintah daerah
terhadap percepatan pelaksanaan Program 3 Juta Rumah.
Berdasarkan
informasi dari Kepala Badan Pusat Statistik Kabupaten Gorontalo Utara, Defit
Rusdianto, Indeks Perkembangan Harga (IPH) Kabupaten Gorontalo Utara pada
Minggu I Juli 2026 mengalami deflasi sebesar -2,58 berada pada peringkat
ke-61 secara nasional. Kondisi tersebut menunjukkan perbaikan dibandingkan
pada Juni 2026, saat Kabupaten Gorontalo Utara mencatat inflasi sebesar 5,75
dan berada pada peringkat ke-12.
Defit menjelaskan, terjadinya deflasi pada awal Juli dipengaruhi oleh mulai turunnya harga sejumlah komoditas pangan, terutama cabai rawit, cabai merah, dan bawang merah. Namun demikian, harga bawang putih masih berada di atas harga normal sehingga tetap menjadi komoditas yang perlu mendapat perhatian.
"Pada
Minggu I Juli 2026, Kabupaten Gorontalo Utara mengalami deflasi dengan IPH
sebesar -2,58 atau berada pada peringkat ke-61. Penurunan ini dipengaruhi oleh
turunnya harga cabai rawit, cabai merah, dan bawang merah. Sementara itu, harga
bawang putih masih relatif tinggi sehingga tetap perlu diantisipasi," ujar
Defit Rusdianto.
Menanggapi
perkembangan tersebut, Wakil Bupati Nurjanah Hasan Yusuf menegaskan bahwa
Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara akan terus memperkuat koordinasi lintas
sektor untuk menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan bahan pangan
di tengah masyarakat.
"Alhamdulillah,
kondisi IPH Kabupaten Gorontalo Utara pada minggu pertama Juli menunjukkan
perbaikan dengan terjadinya deflasi. Namun, kita tidak boleh lengah. Seluruh
perangkat daerah harus terus bersinergi melakukan pemantauan harga, menjaga
kelancaran distribusi, serta memastikan pasokan kebutuhan pokok masyarakat
tetap aman, terutama terhadap komoditas yang masih mengalami kenaikan harga
seperti bawang putih," ujar Wakil Bupati.
Ia juga
menegaskan bahwa arahan pemerintah pusat dalam pengendalian inflasi akan terus
menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara sebagai bagian dari
upaya menjaga daya beli masyarakat dan mendukung stabilitas perekonomian
daerah.
Melalui
rapat koordinasi ini, Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara berkomitmen terus
memperkuat langkah-langkah pengendalian inflasi, meningkatkan koordinasi dengan
seluruh pemangku kepentingan, serta mendukung berbagai program strategis
pemerintah pusat demi terwujudnya kesejahteraan masyarakat. (Kominfo-Gorut)
